Interaktif News – Pemerintah Kabupaten Seluma, Bengkulu, mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) menyusul meningkatnya jumlah kasus di wilayah tersebut. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari fogging (pengasapan) hingga sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, sebanyak 25 kasus DBD tercatat sepanjang Januari hingga Juli 2026. Menyikapi kondisi tersebut, petugas kesehatan diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Septy Erdita, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh puskesmas di Kabupaten Seluma untuk memperkuat pengawasan di lingkungan masyarakat.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi melalui promosi kesehatan (Promkes) sebagai upaya menyampaikan kepada masyarakat bahwa kesehatan lingkungan sangat berpengaruh terhadap penyebaran DBD,” kata Septy saat diwawancarai, Rabu (29/7/2026).

Menurut dia, kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan berbagai cara, seperti menyebarkan pamflet edukasi tentang kebersihan lingkungan serta melaksanakan fogging di wilayah yang dinilai rawan terjadi penularan DBD.

Namun, Septy menegaskan bahwa fogging bukanlah solusi utama dalam mencegah penyebaran DBD. Pengasapan hanya berfungsi membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pencegahan yang paling efektif tetap bergantung pada kebersihan lingkungan.

“Pengasapan tidak terlalu berpengaruh untuk pencegahan DBD. Yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan rumah agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain

itu, faktor cuaca yang tidak menentu juga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan fogging juga tidak dilakukan secara sembarangan. Pengasapan hanya dilakukan setelah ditemukan kasus DBD yang telah dipastikan melalui hasil pemeriksaan laboratorium atau diagnosis dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma mengimbau masyarakat untuk rutin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap penyebaran DBD di Kabupaten Seluma dapat ditekan dan jumlah kasus tidak terus meningkat. [Adv]

Reporter: Deni Aliansyah Putra