Tangkapan layar rpercakapan antara jurnalis bengkuluinteraktif.com dengan salah satu korban pungli relawan SPPG di Kecamatan Lubuk Sandi, Seluma, Foto: Dok

Interaktif News –  Dugaan praktik pungutan liar dalam proses perekrutan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Kali ini, dugaan tersebut terjadi di Kecamatan Lubuk Sandi.

Seorang warga perempuan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta dengan harapan dapat diterima sebagai relawan SPPG. Namun, sejak uang disetorkan pada Februari 2026, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

“Kalau saya 5 JT pak,” ujar korban kepada wartawan, Sabtu (8/11/2026).

Korban mengungkapkan, ketidakjelasan proses perekrutan semakin dirasakannya setelah dirinya tiba-tiba dikeluarkan dari grup WhatsApp relawan SPPG tanpa pemberitahuan maupun penjelasan.

“Iya pak, saya dikeluarkan tanpa keterangan apapun. Tiba-tiba saya lihat WA dan saya sudah dikeluarkan,” ungkapnya.

Padahal, selama menunggu kepastian penerimaan, korban mengaku berulang kali diminta bersabar hingga pengumuman kelulusan disampaikan. Namun, hingga kini tidak ada kejelasan mengenai status penerimaannya maupun pengembalian uang yang telah disetorkan.

“Iya pak, saya selalu disuruh sabar nunggu pengumuman sampai sekarang uang saya belum kembali,” katanya.

Korban menyebut uang Rp 5 juta tersebut diserahkan melalui seorang oknum kepala desa berinisial DS yang bertugas di Kecamatan Lubuk Sandi.

Ia juga mengaku telah berupaya

meminta penjelasan terkait alasan dirinya dikeluarkan dari grup WhatsApp relawan. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan tanggapan.

“Dan saya sudah minta penjelasan terkait kenapa saya dikeluarkan dari grup tapi hening tidak ada jawaban,” ujarnya.

Kini, korban mengaku tidak lagi berharap dapat bekerja sebagai relawan SPPG. Ia hanya menginginkan uang yang telah disetorkannya dikembalikan.

“Iya pak, terima kasih ya pak. Saya sudah tidak ada harapan lagi mau kerja, saya hanya mau uang saya saja pak,” tuturnya.

Diduga Ada Calon Relawan Lain yang Dimintai Uang

Dugaan praktik serupa disebut tidak hanya terjadi pada satu calon relawan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dugaan keterlibatan oknum kepala desa lain berinisial W di kecamatan yang sama.

Dalam informasi tersebut, sejumlah calon relawan diduga diminta menyetorkan uang dengan nominal berkisar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per orang, dengan iming-iming dapat diterima bekerja sebagai relawan SPPG.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak lain tersebut masih memerlukan penelusuran, verifikasi, serta konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan pungutan dalam proses perekrutan relawan SPPG di Kecamatan Lubuk Sandi tersebut masih berdasarkan keterangan korban dan informasi awal yang dihimpun wartawan. Belum ada kesimpulan hukum yang menyatakan pihak-pihak yang disebut terlibat melakukan tindak pidana.

Redaksi BengkuluInteraktif.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak

berinisial DS, W, pemerintah desa, maupun pihak pengelola SPPG terkait untuk memenuhi prinsip keberimbangan, verifikasi, dan kaidah jurnalistik.

Reporter: Deni Aliansyah Putra