Interaktif News – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang ungkap dugaan penyebab keracunan massal siswa SDN 18 Kepahiang usai menyantap Maknan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap muntahan para korban ditemukan kandungan bakteri Staphylococcus Aureus.

“Dari hasil pemeriksaan laboratorium muntahan ditemukan adanya bakteri Staphylococcus Aureus“ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Tajri Fauzan, Rabu, 17 Juni 2026.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan Dinkes Kepahiang sejalan dengan dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan BPOM Bengkulu berupa sampel bahan makanan. BPOM menemukan paparan bakteri Staphylococcus Aureus pada nasi.

“Hasil pemeriksaan Laboratorium BPOM menunjukan adanya cemaran bakteri Staphylococcus Aureus. Artinya ini ada sinkronisasi, ada hubungannya antara pemeriksaan laboratorium muntahan dengan makanan” kata Tajri.

Lebih lanjut dijelaskan Tajri, dari hasil kedua pemeriksaan laboratorium yang dilakukan Dinkes Kepahiang dan BPOM menunjukan adanya hubungan epidemiologis yang kuat dengan ganguan kesehatan yang dialami belasan siswa SDN 18 Kepahiang.

“Ada terkontaminasi, kalau kita lihat dari sini (hasil pemeriksaan laboratorium) dari nasi tapi nasinyanya ini terkontaminasi oleh penjamah makanan. Artinya pekerja, entah itu tanganya kotor, atau mungkin dari mulutny tidak memakai masker” kata Tajri.

Sebelumnya, belasan siswa dan guru di SD Negeri 18, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Kamis, (4/6/2026) mengalami kercanunan massal usai menyantap menu MBG. Para korban mengalami mual, muntah, sesak napas, hingga gatal pada tenggorokan.

Seperti

diketahui, menu MBG untuk siswa SDN 18 Kabupaten Kepahiang di-suplay oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terletak di Perumahan Kroya, Taba Tebelet, Kabupaten Kepahiang. SPP ini dibawah naungan Yayasan Putri Bungsu Asia.

Reporter: Irfan Arief