Interaktif News – Polemik rehabilitasi Tugu Pengantin Simpang Enama di Kabupaten Seluma kembali menjadi sorotan. Proyek yang diketahui dibiayai melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Bengkulu tersebut disebut menelan anggaran lebih kurang Rp 300 juta.

Sebelumnya, rehabilitasi Tugu Pengantin Seluma diketahui mencakup sejumlah pekerjaan, di antaranya pengecatan, pengadaan tong sampah serta beberapa pekerjaan lainnya di kawasan tugu.

Besaran anggaran tersebut menjadi perhatian lantaran pekerjaan yang terlihat di lapangan dinilai relatif sederhana dibandingkan dengan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp300 juta.

Informasi mengenai penggunaan dana CSR tersebut juga menjadi pertanyaan masyrakat, terutama terkait rincian kegiatan, perencanaan anggaran hingga bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana.

Saat dikonfirmasi terkait rehabilitasi Tugu Pengantin Seluma dan penggunaan dana CSR tersebut, Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, memilih tidak memberikan tanggapan.

Iswahyudi justru meminta wartawan untuk mengonfirmasi persoalan tersebut kepada bagian kesekretariatan Bank Bengkulu, Corsec Bank Bengkulu.

“Hubungai bagian corsec ya dindo” tulis Iswahyudi saat dikonfirmasi via pesan singkat, sembari mengirimkan nomor kontak bagian corsec, Ade Mahfud, Jumat, (18/09/26)

Jurnalis bengkuluinteraktif.com kemudian mencoba meminta penjelasan kepada Koordinator Kesekretariatan Bank Bengkulu, Ade Mahfud.

Namun, Ade Mahfud juga belum memberikan keterangan terkait penggunaan dana CSR untuk rehabilitasi Tugu Pengantin Seluma maupun rincian anggaran sekitar Rp 300 juta yang disebut digunakan dalam kegiatan

tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak Bank Bengkulu mengenai nilai anggaran, rincian pekerjaan, mekanisme penyaluran CSR, serta dasar penetapan biaya rehabilitasi Tugu Pengantin Seluma.

Reporter: Deni Alian Syah Putra