Interaktif News – Tiga nama mendaftar dalam seleksi calon Direktur Bisnis Bank Bengkulu yang pendaftarannya ditutup pada 18 September 2026. Ketiganya merupakan pejabat internal Bank Bengkulu, yakni Dahliana Santy, Pemimpin Divisi D7 – Sumber Daya Manusia; Roby Wijaya, Pemimpin Divisi D1 – Perencanaan & Pengembangan; serta Zulkarnain, Pemimpin Divisi D2 – Pengawasan Internal.

Komisaris Utama Bank Bengkulu, Riduan, mengatakan proses seleksi kini memasuki tahap pemeriksaan berkas setelah masa pendaftaran berakhir. Pemeriksaan berkas dilakukan pada Senin, (21/9/2026), sekaligus dilanjutkan dengan penentuan waktu pelaksanaan assessment.

“Hari ini pemeriksaan berkas, dan pengumuman waktu assessment,” kata Riduan saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

Setelah tahapan assessment selesai, proses seleksi akan dilanjutkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Rapat tersebut akan menentukan nama calon yang selanjutnya diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengikuti tahapan sesuai ketentuan.

“RUPS-LB penetapan nama yang diajukan ke OJK, baru dilanjutkan pemberkasan ulang sesuai form OJK untuk uji kelayakan,” jelasnya.

Riduan mengatakan jadwal pelaksanaan RUPS-LB belum ditetapkan. Pihak Bank Bengkulu masih melakukan koordinasi dengan pemegang saham pengendali sebelum menentukan waktu pelaksanaan rapat.

“Koordinasikan dulu waktunya ke pemegang saham pengendali,” ujarnya.

Pemegang saham pengendali Bank Bengkulu adalah Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Koordinasi tersebut diperlukan sebelum jadwal RUPS-LB ditetapkan.

Jabatan Direktur Bisnis Bank Bengkulu sendiri saat ini masih kosong setelah

sebelumnya dijabat Iswahyudi. Ia kini menjabat sebagai Direktur Utama Bank Bengkulu.

Pengisian jabatan Direktur Bisnis dilakukan melalui proses seleksi internal. Setelah seluruh tahapan internal, termasuk pemeriksaan berkas dan assessment, selesai, nama yang ditetapkan dalam RUPS-LB akan diajukan kepada OJK untuk menjalani pemberkasan sesuai ketentuan serta uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Editor: Irfan Arief