Interaktif News – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui penguatan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi melalui penghargaan Anugerah Utama Sektor Perbankan Implementasi Zakat Hijau dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026 yang digelar pada Selasa (11/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan BSI mengembangkan program Kampung Usaha Gula Aren Cianjur sebagai bagian dari implementasi Green Zakat. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dan diterima oleh SVP ESG BSI, M. Syukron Habiby.

Apresiasi ini diberikan karena BSI dinilai mampu mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis sekaligus mengoptimalkan penyaluran zakat produktif untuk menciptakan dampak ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

Green Zakat, Zakat sebagai Penggerak Ekonomi Hijau

Program Green Zakat BSI tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan modal kepada mustahik. Program tersebut dikembangkan sebagai ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mendorong kemandirian usaha sekaligus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Melalui program ini, penerima manfaat memperoleh pendampingan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas hingga pengembangan pasar.

Pendampingan tersebut mencakup pelatihan tata kelola usaha dan peningkatan kualitas produk, pendampingan pemenuhan legalitas usaha serta perluasan akses pemasaran, hingga penguatan kelompok usaha agar mampu berkembang dan bersaing secara berkelanjutan.

Kampung Usaha Gula Aren Cianjur

Salah satu implementasi Green Zakat yang

dikembangkan BSI berada di Kampung Usaha Gula Aren, Kabupaten Cianjur. Program ini memanfaatkan potensi nira aren lokal dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari petani, BUMDes, kelompok tani, hingga tokoh masyarakat.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam di wilayah tersebut.

Program Green Zakat di Cianjur mencatat sejumlah capaian. Sebanyak 92 petani telah terlibat sebagai penerima manfaat dan petani binaan produktif.

Dari sisi ekonomi, program tersebut turut mendorong penjualan produk gula aren olahan hingga mencapai lebih dari Rp1,025 miliar.

Sementara dari sisi lingkungan, program ini turut mendukung pengelolaan dan konservasi sekitar 49 hektare lahan tanaman aren di wilayah setempat.

BSI Perluas Dampak Sosial dan Lingkungan

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, mengatakan peran BSI saat ini tidak hanya terbatas sebagai lembaga keuangan syariah, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

“Inilah yang menjadi peran BSI, tidak hanya sebagai mitra finansial, melainkan sahabat sosial dan lingkungan melalui optimalisasi Green Zakat. Di sinilah kami hadir mengembangkan zakat untuk umat yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujar Bob.

Ke depan, BSI berkomitmen memperluas jangkauan program Green Zakat ke berbagai daerah di Indonesia dengan mengembangkan potensi ekonomi lokal

masing-masing wilayah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BSI memperkuat ekonomi umat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pengembangan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Iman SP Noya