Interaktif News – Proses rekrutmen tenaga pendamping Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun 2026 yang dilaksanakan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Bengkulu, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU diwarnai kejanggalan.

Salah seorang peserta yang dinyatakan lulus untuk posisi Asisten Administrasi dan Keuangan (AAK) diduga tidak mengikuti seluruh tahapan seleksi, namun namanya justru muncul sebagai peserta yang dinyatakan lulus.

Dugaan tersebut mencuat setelah terbit pengumuman hasil seleksi yang tertuang dalam Surat Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Bengkulu Nomor: CK 05.05/B/Bpbpk28/2026/95 tanggal 26 Juni 2026 tentang hasil seleksi Pengadaan Pendamping Kegiatan Pamsimas Tahun 2026.

Dalam surat tersebut, tercantum nama peserta berinisial NS sebagai salah satu peserta yang dinyatakan lulus untuk posisi Asisten Administrasi dan Keuangan (AAK). Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari sejumlah sumber yang mengikuti proses seleksi, NS diduga tidak pernah mengikuti tahapan seleksi yang dilaksanakan panitia.

Sumber media ini menyebutkan, tahapan seleksi yang digelar oleh panitia terdiri dari tes tertulis dan wawancara. Pada pelaksanaan seleksi tersebut, para peserta hadir secara langsung untuk mengikuti seluruh rangkaian tes.

“…ini ada keluhan dr teman2 pamsimas karena mereka mempertanykan atas nama… nomor… Menurut teman2 dia ini gak ikut, tapi kata panitia ada ikut tes tp setelah ditelusuri gak ikut dr 2

kali tes namun namany keluar lulus dlam program pamsimas” tulis sumber media ini, Sabtu, (28/06/26).

Ketidakhadiran NS pada saat tahapan seleksi diketahui oleh sejumlah peserta lain karena jumlah palamar untuk posisi AAK hanya 8 orang dan para peserta saling bertemu selama tahapan berlangsung. “Karena untk peserta tes terakhir kemarin 8 org yg ikut tanpa adanya peserta nomor…” tulis sumber media ini.

Sementara tertera dalam surat pengumuman, jumlah peserta yang dinyatakan lulus untuk posisi AAK sebanyak 9 orang. Rinciannya 8 orang dinyatakan lulus sementara 1 orang lainnya sebagai cadangan. Nama yang lulus cadangan justru peserta yang sejak awal mengikuti proses seleksi.

Para peserta berharap pihak Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Bengkulu dapat menjelaskan secara terbuka proses seleksi yang telah dilaksanakan, termasuk dasar penetapan peserta yang dinyatakan lulus. Transparansi dinilai penting untuk menjaga integritas serta kredibilitas proses rekrutmen tenaga pendamping Pamsimas.

“Ini pelaksanaan seleksiny di balai Bengkulu…, takutny kredibilitas balai di pertanyakan meluluskan peserta yg di lihat teman2 gak ikut tes tp lulus” tulis salah seorang peserta.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya mengonfirmasi dugaan tersebut kepada pihak Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Bengkulu. Konfirmasi telah disampaikan kepada kepala balai Fery Erawan namun upaya konfirmasi belum direspon.

Reporter: Irfan Arief