Interaktif News – Video yang memperlihatkan keributan di lingkungan Puskesmas Cahaya Negeri, Kabupaten Seluma, viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sejumlah pegawai terlibat cekcok dengan Kepala Puskesmas Cahaya Negeri, Sefty Rindawati.

Peristiwa tersebut disebut terjadi sekitar satu bulan lalu. Namun, belakangan video itu kembali beredar dan menjadi perhatian masyarakat.

Menanggapi viralnya video tersebut, Sefty Rindawati membenarkan adanya insiden cekcok antara dirinya dengan sejumlah staf. Ia menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari kesalahpahaman komunikasi terkait administrasi pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Memang benar terjadi cekcok. Persoalannya bermula dari masalah administrasi pencairan TPP pegawai yang saat itu memang belum selesai,” kata Sefty.

Ia menjelaskan, proses administrasi pencairan TPP masih harus diselesaikan sehingga pencairannya belum dapat dilakukan. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan anggapan di kalangan staf bahwa dirinya sengaja menghambat pencairan TPP.

“Saya tidak pernah punya niat untuk menghambat pencairan TPP. Administrasinya memang belum selesai. Jadi kalau kemudian ada anggapan saya sengaja menghambat, itu adalah kesalahpahaman,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut bahkan sempat dilaporkan oleh sejumlah staf kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma.

Sefty menyayangkan insiden tersebut kemudian direkam dan beredar luas di media sosial. Menurutnya, situasi saat kejadian menimbulkan kesan seolah-olah kejadian tersebut sengaja direkam untuk menyudutkan dirinya.

“Ketika terjadi keributan dan ada salah satu staf yang emosi, staf lainnya justru sudah

siap merekam. Bagi saya, situasi itu menimbulkan kesan seolah-olah kejadian tersebut sudah dipersiapkan untuk menyudutkan saya,” ungkapnya.

Ia menduga beredarnya video tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membangun persepsi negatif terhadap dirinya sebagai Kepala Puskesmas Cahaya Negeri.

“Kalau tujuannya untuk menjatuhkan saya sebagai kepala puskesmas, saya serahkan semuanya kepada masyarakat dan atasan untuk menilai,” katanya.

Meski demikian, Sefty mengaku menerima dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi. Ia merasa perlu memberikan penjelasan agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang tidak utuh mengenai persoalan tersebut.

“Saya ikhlas dengan apa yang terjadi. Tetapi saya merasa perlu menjelaskan kepada masyarakat bahwa persoalan ini sebenarnya hanya masalah miskomunikasi dan administrasi,” tegasnya.

Sefty juga menuturkan bahwa saat ini dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Puskesmas Cahaya Negeri atau telah dinonjobkan dari jabatan tersebut. Meski demikian, ia berharap persoalan yang terjadi tidak mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Saya berharap Puskesmas Cahaya Negeri tetap menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan yang terjadi di internal kemudian berdampak pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan dukungan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Kepala Puskesmas Cahaya Negeri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah memberikan dukungan kepada saya. Saya hanya menyayangkan

apabila kejadian ini kemudian dipakai untuk menjatuhkan pribadi saya,” pungkas Sefty. ***