Interaktif News – Pembangunan Kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) memasuki tahap baru. Setelah melalui proses pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur dasar sejak 2022, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Pekerjaan Umum kini resmi memulai penataan kawasan yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata terpadu modern di Kota Bengkulu.

Dimulainya pekerjaan ditandai dengan penyerahan lokasi pekerjaan penataan kawasan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Bengkulu, Kamis, (11/06/26).

Tahap penataan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pembangunan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Pada 2022, Pemerintah Provinsi Bengkulu memulai proyek melalui pembebasan lahan seluas 48.703 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp 28 miliar sebagai langkah penyelesaian persoalan tata ruang kawasan.

Pembangunan kemudian berlanjut pada 2023 dengan pembangunan elevated road atau jalan layang yang kini telah berfungsi sebagai akses utama menuju kawasan. Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp89 miliar, ditambah kegiatan pematangan lahan senilai Rp2 miliar.

Dengan demikian, total anggaran yang telah direalisasikan untuk mendukung pembangunan dasar kawasan mencapai sekitar Rp 119 miliar.

Memasuki tahap penataan kawasan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 37,12 miliar. Melalui proyek ini, Danau Dendam Tak Sudah tidak hanya akan ditata sebagai objek wisata alam, tetapi juga dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu modern yang menggabungkan fungsi rekreasi, ekonomi, dan ruang

publik.

Sejumlah fasilitas penunjang akan dibangun di kawasan tersebut, diantaranya Bangunan Kancah Selera sebagai pusat kuliner yang akan menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal, serta balai pertemuan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, pemerintahan, maupun event pariwisata.

Selain itu, penataan kawasan juga mencakup pembangunan ruang terbuka publik, pedestrian, area lanskap, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat daya tarik wisata Danau Dendam Tak Sudah.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mengatakan pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari upaya transformasi sektor pariwisata Bengkulu agar mampu bersaing dengan destinasi wisata di daerah lain.

“Melalui penataan ini, kita ingin menghadirkan destinasi yang modern, tertata rapi, memiliki daya saing kuat, sekaligus menjadi ikon baru penopang industri pariwisata Provinsi Bengkulu,” kata Helmi Hasan.

Menurutnya, pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku UMKM.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Kawasan, dan Prasarana Bengkulu, Fery Erawan, menyebut proyek tersebut merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang nyaman, indah, dan produktif.

“Kami berharap kawasan ini nantinya menjadi destinasi yang lebih tertata, lestari, membanggakan, serta

memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Fery.

Dalam agenda tersebut, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, dan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Bengkulu, Antonius Lolon, menandatangani berita acara penyerahan lokasi sementara pekerjaan.

Lahan seluas sekitar 19.000 meter persegi yang berada di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, diserahkan untuk mendukung pelaksanaan proyek penataan kawasan.

Reporter: Irfan Arief