Interaktif News – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pemuda asal Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Yolanda Argumantara dipercaya memimpin penyelenggaraan Seminar Nasional dan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Padma Ksatria XV yang digelar Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) dan diikuti mahasiswa pertanian dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Yolanda yang menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti (UNES) Padang menjadi nahkoda kegiatan nasional yang berlangsung selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Juni 202cara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Ir. Afniwirman, di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Padang.

Mengusung tema *“Integrasi Kepemimpinan, Teknologi, dan Bisnis Pertanian Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan”*, kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kapasitas mahasiswa dalam menjawab tantangan sektor pertanian modern sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan pertanian nasional.

Dalam sambutannya, Yolanda Argumantara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, LKMM Padma Ksatria XV diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang progresif, adaptif, dan memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak universitas dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Melalui LKMM Padma Ksatria XV, kami berharap dapat mencetak calon-calon pemimpin

muda yang progresif dan siap menjawab berbagai tantangan pembangunan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Universitas Ekasakti. Rektor UNES, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa Fakultas Pertanian yang berhasil menghadirkan forum nasional sebagai ruang bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan pertanian dan ketahanan pangan.

Menurutnya, sinergi antara kepemimpinan mahasiswa, penguasaan teknologi, dan pengembangan agribisnis berkelanjutan merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Momentum pembukaan kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Ekasakti, Dekan Fakultas Pertanian, para ketua program studi, akademisi, praktisi pertanian, serta ratusan mahasiswa agribisnis dan pertanian dari berbagai wilayah Indonesia.

Dukungan civitas akademika Universitas Ekasakti juga mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Pusat POPMASEPI. Ketua Umum DPP POPMASEPI, Farhan Nauval Najib, menilai komitmen kampus dalam mendukung kegiatan mahasiswa merupakan contoh positif yang patut diapresiasi.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari pihak kampus terhadap kegiatan ini. Cerita baik dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan Universitas Ekasakti akan kami bagikan kepada seluruh kader POPMASEPI di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti seminar nasional, pelatihan kepemimpinan, diskusi kelompok, forum kajian isu pertanian, serta berbagai agenda penguatan kapasitas organisasi. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan manajerial, kepemimpinan,

dan daya pikir strategis mahasiswa dalam menghadapi dinamika sektor pertanian dan agribisnis di masa depan.

Salah satu peserta, Mia Della, berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya petani di daerah.

“Kami berharap ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan ini dapat diterapkan di daerah masing-masing demi kemajuan petani lokal dan pembangunan pertanian yang lebih baik,” ungkapnya.

LKMM Padma Ksatria XV menjadi bukti bahwa generasi muda pertanian Indonesia memiliki semangat kuat untuk berkolaborasi dan mengambil peran dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Melalui penguatan kapasitas kepemimpinan, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan agribisnis berkelanjutan, forum ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan yang siap berkontribusi bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Keberhasilan Yolanda Argumantara memimpin dan menyukseskan kegiatan nasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Mukomuko dan Provinsi Bengkulu. Kiprahnya di tingkat nasional menunjukkan bahwa pemuda daerah memiliki kapasitas untuk tampil, bersaing, dan mengambil peran strategis dalam mendorong lahirnya generasi pemimpin pertanian Indonesia yang berintegritas, inovatif, dan berdaya saing global.