Interaktif News – Efendi, warga Desa Renah Panjang, Kabupaten Seluma, Bengkulu, yang sebelumnya viral di media sosial karena tidak mendapatkan layanan rawat inap di sejumlah rumah sakit di Kota Bengkulu, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Tais dan kondisi kesehatannya mulai membaik.

Direktur RSUD Tais, Nurlaili Wenis, membenarkan bahwa pasien atas nama Efendi telah dirawat di rumah sakit tersebut sejak Kamis (30/7/2026). Saat ini, Efendi menjalani perawatan di Ruang Mawar Kelas II dengan menggunakan jaminan kesehatan.

“Memang benar ada pasien atas nama Efendi, warga Renah Panjang, yang saat ini dirawat di RSUD Tais. Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik sejak menjalani perawatan selama dua hari terakhir,” kata Nurlaili saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).

Kasus Efendi sebelumnya sempat menyita perhatian publik setelah unggahan video di media sosial miliknya viral beberapa waktu lalu. Dalam unggahan tersebut, istri dari Efendi mengungkapkan kekesalannya atas penolakan dari sejumlah rumah sakit di Kota Bengkulu. Pihak rumah sakit beralasan tidak ada kamar kosong atau penuh pasien.

Meski demikian, Nurlaili mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologi yang dialami pasien sebelum datang ke RSUD Tais. Fokus pihak rumah sakit, kata dia, adalah memberikan pelayanan medis terbaik kepada setiap pasien yang datang.

“Kami tidak terlalu mengikuti isu yang berkembang sebelumnya. Yang jelas, ketika pasien datang ke RSUD

Tais, tentu langsung dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis, kemudian diputuskan tindakan medis yang diperlukan sesuai kondisi pasien,” ujarnya.

Nurlaili menegaskan RSUD Tais tidak membedakan pelayanan berdasarkan asal pasien maupun jenis pembiayaan yang digunakan. Seluruh pasien, menurut dia, akan mendapatkan pelayanan sesuai prosedur medis yang berlaku.

“Setiap orang yang datang akan kami layani terlebih dahulu. Setelah diperiksa dokter, baru ditentukan apakah pasien perlu menjalani rawat inap atau penanganan lainnya. Sebagai rumah sakit daerah, prioritas kami adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik peserta jaminan kesehatan maupun pasien umum, dengan pelayanan yang sama,” katanya.

Pihak RSUD Tais juga menyatakan terbuka dalam memberikan informasi kepada publik terkait pelayanan rumah sakit. Namun, terdapat batasan yang harus dijaga, terutama menyangkut kerahasiaan data medis dan diagnosis pasien sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karena itu, saya sudah menginstruksikan manajemen rumah sakit dan seluruh tenaga kesehatan untuk tetap fokus memberikan penanganan terbaik kepada pasien hingga dinyatakan sembuh, tanpa membuka informasi medis yang bersifat pribadi, ” ungkap dia.

RSUD Tais berkomitmen terus melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan dan kebijakan rumah sakit guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Seluma. Komitmen tersebut, menurut pihak manajemen, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh warga.

Reporter: Deni Aliansyah Putra