Interaktif News – Ratusan pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu mengikuti tes urine narkoba sebagai upaya menciptakan aparatur penegak hukum yang bersih, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kejari Bengkulu dan menggaet sejumlah petugas medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu.

Tes urine ini diikuti oleh seluruh pegawai Kejari Bengkulu, mulai dari pejabat struktural, jaksa, hingga staf dan pegawai honorer. Sebelum tes dimulai, seluruh peserta menjalani pendataan dan pemeriksaan identitas, kemudian dilakukan pengambilan sampel urine yang diawasi ketat oleh petugas medis.

Sampel urine tersebut kemudian diperiksa untuk mendeteksi adanya kandungan zat narkotika.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu menyampaikan bahwa tes urine ini merupakan bentuk komitmen Kejari Bengkulu untuk memastikan tidak ada pegawainya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

“Tes urine ini kami lakukan untuk memastikan seluruh aparatur Kejaksaan Negeri Bengkulu bersih dari narkoba. Sebagai penegak hukum, kami harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Kami tidak mau ada pegawai kami yang terlibat narkoba, karena itu akan merusak integritas dan kepercayaan publik,” kata Kajari Bengkulu.

Kajari Bengkulu menegaskan, jika dalam hasil tes ditemukan pegawai yang positif menggunakan narkoba, maka akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Direktur Utama RSHD Kota Bengkulu menyampaikan bahwa pihaknya menurunkan sejumlah petugas medis untuk memastikan

proses tes urine berjalan sesuai prosedur.

“Kami dari RSHD Kota Bengkulu mendukung penuh kegiatan ini. Kami menurunkan petugas medis untuk melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel urine sesuai prosedur. Hasilnya akan kami sampaikan secara resmi kepada Kejari Bengkulu untuk ditindaklanjuti,” ujar Dirut RSHD Kota Bengkulu.

Editor: Irfan Arief