Interaktif News – Tokoh muda pembangun desa, Ahmad Iqbal Jilan Djailani, resmi ditetapkan sebagai Koordinator Wilayah Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) Provinsi Bengkulu. Penetapan tersebut berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta pada Sabtu (14/2/2026).

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Kesejahteraan Nasional APUDSI, Maulidan Isbar, serta diikuti 37 koordinator wilayah dari seluruh provinsi di Indonesia. Momentum nasional ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi pelaku usaha desa di seluruh Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Iqbal menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi desa di Provinsi Bengkulu melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Menurutnya, pertemuan berskala nasional itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarpelaku usaha desa, tetapi juga ruang strategis untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan ekonomi di tingkat desa.

“Sudah saatnya desa mengambil peran strategis dalam menopang perekonomian nasional. Di desa, jutaan keluarga menggantungkan penghidupan sekaligus membangun kemandirian ekonomi. Karena itu, dukungan para pemangku kepentingan di daerah menjadi faktor penentu agar berbagai potensi desa terhubung dengan kebijakan, program, serta investasi berskala nasional,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, konsolidasi organisasi dinilai penting agar arah gerak APUDSI di daerah selaras dengan visi nasional pengembangan ekonomi berbasis desa.

“Sinergi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dipandang sebagai kunci agar program pengembangan

desa berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, Iqbal menyebut Provinsi Bengkulu memiliki potensi luar biasa, baik di sektor komoditas unggulan maupun pengembangan desa wisata berbasis komunitas. Ia berharap ke depan dapat menghadirkan berbagai bantuan dan investasi nasional bagi komoditas potensial di Bengkulu.

“Koordinasi lintas level pemerintahan menjadi penting agar peluang tersebut dapat dioptimalkan. Kita ingin desa-desa di Bengkulu tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global,” tegasnya optimistis.

Sebagai organisasi, APUDSI menaungi beragam jenis usaha desa, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, usaha keluarga, badan usaha milik desa (BUMDes), hingga berbagai bentuk usaha rakyat lainnya yang menjadi penopang ekonomi desa. Dengan struktur keanggotaan terbuka dari tingkat kabupaten hingga desa, APUDSI diharapkan mampu memperkuat jaringan, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperbesar posisi tawar pelaku usaha desa di tingkat nasional maupun internasional.

Reporter: Irfan Arief