Interaktif News – Gedung Balai Buntar Bengkulu terus bertransformasi menjadi salah satu ruang publik yang memiliki peran penting bagi masyarakat. Tak hanya dimanfaatkan sebagai fasilitas pertemuan dan berbagai kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan, kawasan Balai Buntar kini juga berkembang sebagai ruang aktivitas olahraga, destinasi rekreasi, pusat kuliner hingga ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Transformasi tersebut semakin diperkuat melalui proyek rehabilitasi Gedung Balai Buntar yang bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu dengan nilai anggaran sekitar Rp3,9 miliar.

Pekerjaan rehabilitasi dilaksanakan oleh CV Sinergi Muda Konstruksi. Rehabilitasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas bangunan sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut.

Keberadaan Balai Buntar dalam beberapa waktu terakhir memang semakin ramai dimanfaatkan masyarakat. Pada sore hari, kawasan ini menjadi salah satu pilihan warga untuk berolahraga, berjalan santai maupun menikmati suasana sekitar.

Salah seorang pengunjung, Frengki Widodo, mengaku mengapresiasi dilakukannya rehabilitasi Balai Buntar. Menurutnya, kawasan tersebut kini memiliki fungsi yang semakin luas dan menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat.

“Saya hampir setiap sore olahraga lari di sekitar Balai Buntar. Sekarang tempat ini sudah ramai dan semakin hidup. Kalau gedungnya direhabilitasi dan dibuat lebih nyaman, tentu kami sebagai masyarakat juga semakin senang,” ujar Frengki.

Menurut Frengki, keberadaan Balai

Buntar yang berada di kawasan strategis membuat gedung tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai ruang publik yang representatif.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan terhadap fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Saya melihat Pak Gubernur Helmi Hasan cukup memperhatikan ruang-ruang publik. Balai Buntar ini jangan hanya dilihat sebagai gedung pertemuan, tapi juga sebagai tempat masyarakat berolahraga dan berkegiatan. Kalau semakin bagus, tentu manfaatnya juga semakin besar,” katanya.

Jadi Ruang Tumbuh UMKM

Selain menjadi ruang olahraga dan rekreasi, kawasan Balai Buntar juga mulai berkembang sebagai salah satu titik aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Sejumlah pelaku usaha memanfaatkan tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut untuk menjajakan makanan, minuman dan berbagai produk lainnya.

Salah seorang pelaku UMKM, Suryati, berharap rehabilitasi Gedung Balai Buntar dapat semakin meningkatkan daya tarik kawasan sehingga berdampak positif terhadap usaha masyarakat.

“Kalau tempatnya semakin bagus, bersih dan nyaman, tentu orang akan semakin banyak datang. Bagi kami pelaku UMKM, semakin ramai pengunjung tentu menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan,” kata Suryati.

Dorong Balai Buntar Jadi Ikon Ruang Publik Bengkulu

Sekretaris Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI)

Provinsi Bengkulu, Susanto Akbar, menyambut positif rehabilitasi Gedung Balai Buntar. Menurutnya, perbaikan fasilitas tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan ruang publik yang memiliki manfaat luas, termasuk bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Susanto juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu yang telah merealisasikan rehabilitasi gedung tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung Balai Buntar agar semakin nyaman dan mampu berkembang sebagai kawasan aktivitas masyarakat.

“Kami mengapresiasi Pemprov Bengkulu, khususnya Dinas PUPR, yang telah melakukan rehabilitasi Balai Buntar. Ini menunjukkan pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperhatikan fasilitas yang langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat. Kalau gedung dan kawasannya semakin bagus, tentu manfaatnya akan semakin besar,” ujar Susanto.

Menurutnya, Balai Buntar saat ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, rekreasi, kegiatan komunitas hingga kuliner dan UMKM.

Ia berharap setelah proses rehabilitasi selesai, pengelolaan dan penataan kawasan Balai Buntar dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang datang dan semakin terbuka peluang ekonomi bagi pedagang maupun pelaku UMKM.

“Balai Buntar sekarang bukan hanya gedung pertemuan. Sudah ada masyarakat yang datang untuk

olahraga, bersantai dan menikmati kuliner. Kami berharap setelah direhabilitasi, kawasan ini semakin nyaman, semakin ramai dan bisa menjadi salah satu pusat ekonomi baru bagi UMKM di Bengkulu,” katanya.

Susanto juga mengapresiasi perhatian Gubernur Bengkulu Helmi Hasan terhadap pengembangan fasilitas publik. Menurutnya, keberadaan ruang publik yang nyaman dan produktif dapat memberikan dampak berantai terhadap masyarakat, termasuk meningkatkan aktivitas ekonomi pelaku usaha kecil.

“Kami berharap perhatian Pak Gubernur Helmi Hasan terhadap fasilitas publik seperti Balai Buntar ini terus dilanjutkan. Kalau pemerintah, Dinas PUPR dan masyarakat sama-sama menjaga serta mengembangkan kawasan ini, saya yakin Balai Buntar bisa menjadi salah satu ikon ruang publik sekaligus pusat UMKM dan ekonomi baru di Bengkulu,” pungkas Susanto.

Reporter: Irfan Arief