Interaktif News – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu bersama BPOM, Dinas Lingkungan Hidup dan SPPG Regional Bengkulu melakukan  inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur SPPG milik Yayasan Putri Sungai Lemau.

Sidak dilakukan untuk memastikan standar operasional, kelengkapan perizinan, hingga sistem produksi makanan berjalan sesuai ketentuan.

Anggota Komisi IV berlian Harta mengungkapkan berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, dapur SPPG tersebut dinilai menjadi salah satu dapur MBG yang hampir memenuhi standar operasional yang ditetapkan.

“Dari hasil inspeksi bersama BPOM, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi terkait lainnya, dapur ini sudah cukup baik dan hampir memenuhi seluruh standar operasional,” kata Berlian Harta.

Ia menjelaskan, kepesertaan BPJS Kesehatan bagi relawan MBG saat ini juga tengah dalam proses peralihan dari peserta bantuan pemerintah menjadi tanggungan yayasan.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu bersama BPOM, Dinas Lingkungan Hidup dan SPPG Regional Bengkulu saat melakukan  Sidak ke Dapur SPPG Yayasan Putri Sungai Lemau, Foto: Dok

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu bersama BPOM, Dinas Lingkungan Hidup dan SPPG Regional Bengkulu saat melakukan Sidak ke Dapur SPPG Yayasan Putri Sungai Lemau, Foto: Dok

Selain itu, sistem instalasi gas di dapur MBG tersebut telah dinilai baik dan aman untuk

mendukung aktivitas produksi makanan. Meski demikian, Sertifikat Izin Layak Operasional (ILO) masih dalam tahap pengurusan oleh pihak pengelola.

Sementara itu, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur tersebut juga disebut telah memenuhi standar lingkungan. Pengelola bahkan telah mengantongi dokumen Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Berlian menegaskan, pihak yayasan pengelola dapur menunjukkan komitmen untuk terus melakukan pembenahan terhadap standar operasional maupun proses produksi makanan agar program MBG dapat berjalan aman, higienis, dan berkualitas.

“Pihak yayasan berkomitmen terus melengkapi seluruh kebutuhan operasional dan meningkatkan kualitas produksi makanan sehingga program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. [Adv]