Interaktif News – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu bersama anggota Komisi III melakukan Inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Pelindo Regional II Bengkulu, pada Kamis pagi, (30/7). Kunjungan untuk memastikan program revitalisasi alur pelabuhan yang didukung anggaran sebesar Rp1 triliun berjalan sesuai target.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain mengatakan bahwa hasil pengecekan yang dilakukan pihaknya terkait progres penanganan alur sudah mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan

“Saat ini progress penanganan revitalisasi kedalaman alur sudah sekitar 6,5 meter dari target standar internasional 12 meter. Kalau sudah diatas 11 meter nanti, maka seluruh  hasil komoditas dari Bengkulu bisa di ekspor langsung dari sini,” kata Teuku Zulkarnain.

Teuku Zulkarnain menjelaskan sejumlah perusahaan kini telah kembali mengirim hasil komoditas Crude Palm Oil (CPO) melalui Pelindo Bengkulu. Hal itu setelah sebelumnya ia menyampaikan protes dalam hearing bersama pihak Agro Mukomuko terkait pengiriman CPO dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat.

“Pada hearing beberapa waktu lalu bersama Agro Mukomuko, saya sempat menyampaikan protes terkait hasil komoditas CPO yang dikirim melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Namun, setelah kami melakukan pengecekan, saat ini kami mendapatkan kabar baik bahwa sejumlah perusahaan sudah kembali mengirim hasil CPO melalui Pelindo Bengkulu,” ungkap Teuku.

Menurut Teuku, kembalinya aktivitas pengiriman CPO melalui

Pelindo Bengkulu menjadi sinyal positif bagi peningkatan aktivitas pelabuhan daerah. Karena selain mendongkrak pendapatan sektor kepelabuhanan,  juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Provinsi Bengkulu.

“Artinya ini sudah menjadi pendapatan bagi pelabuhan kita di daerah. Jika ini terus berjalan sesuai target yang diharapkan, maka pendapatan daerah pun juga ikut bertumbuh meningkat,” jelasnya.

Pelindo pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk program penanganan kedalaman alur Pelabuhan Bengkulu. Dengan begitu, Teuku berharap, setelah revitalisasi selesai, Pelabuhan Bengkulu dapat berkembang menjadi salah satu pelabuhan terbaik kedua setelah Pelbuahn Tanjung Priok.

“Jadi seluruhnya nanti bisa di ekspor dari sini, termasuk ekspor perikanan, batu bara, kopi, karet, hingga kelapa. Dan kalau itu benar-benar terjadi maka pertumbuhan Bengkulu bisa meningkat dari 5 persen menjadi 7 persen,” demikian Teuku.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, mengapresiasi pengawasan yang dilakukan pihak DPRD. Menurutnya, pengawasan ini adalah bentuk kolaborasi strategis dalam mendukung percepatan program revitalisasi alur Pelabuhan Pulau Baai.

“Tentu perhatian dan pengawasan ini menjadi kolaborasi yang sangat strategis untuk memastikan program kita berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian Bengkulu,” kata Dimas.

Ia berharap proses revitalisasi dapat segera diselesaikan sehingga Pelabuhan Pulau Baai mampu melayani kapal-kapal berkapasitas besar secara optimal. Menurutnya, keberhasilan proyek

ini dapat memperkuat posisi Bengkulu sebagai pintu gerbang ekspor di wilayah barat Indonesia.

“Kami mohon doa dan dukungan agar pekerjaan ini dapat segera selesai sesuai yang kita harapkan bersama. Hal ini juga sejalan dengan tagline kami, Membangun Indonesia dari Bumi Merah Putih, Membangun Bumi Merah Putih dari Pelabuhan Pulau Baai,” tutup Dimas.

Reporter: Irfan Arief