Interaktif News – Rangkaian inspeksi mendadak (Sidak) Anggota DPRD Provinsi Bengkulu beberapa pekan terakhir ke dapur MBG di Bengkulu ternyata meninggalkan jejak dugaan praktek sogok. Pengelola dapur MBG mendapat perintah untuk menyiapkan amplop untuk anggota dewan yang melakukan sidak.

Perintah itu datang dari ketua salah satu organisasi perhimpunan mitra dapur di Provinsi Bengkulu melalui percakapa WhatAps Group (WAG). Berawal dari voice note dari ketua perhimpunan yang berisi perintah agar seluruh mitra dapur menyiapkan amplop untuk tim DPRD Provinsi Bengkulu yang akan melakukan sidak di Kabupaten Rejang Lebong, Jumat, (22/05/26)

Salah seorang peserta group kemudian menanggapi voice note tersebut dengan menayakan amplop disiapkan untuk siapa saja. “Maaf Bu ini untuk siapa sj?” tulis peserta group. “Cuma wartawan ke tim nya … Untuk dewan uang transpor lelah berikan juga melalui staf yg dampingi ..” jawab ketua perhimpunan.

Amplop tersebut diduga untuk uang lelah anggota dewan dan mengantisipasi pemberitan yang tidak baik dari wartawan yang ikut dalam sidak. Ketua perhimpunan berlasan dalam sidak-sidak sebelumnya banyak temuan lapangan yang tidak sesuai fakta dan pemberitaan yang menyudutkan.

Namun, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Sembiring membantah menerima amplop. Saat sidak sambung Usin, pihaknya turut didampingi seluruh pemangku kepentingan mulai dari perwakil BGN Regional Bengkulu, BPOM, DLHK, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS

Kesehatan, hingga Tim Pengawas produk Halal dari Kemenag.

“Tidak ada satu orang pun staff atau anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang meminta bahkan menerima apapun dalam kegiatan sidak. Jadi tidak ada uang transport lelah yang kami terima, ini jelas fitnah dan harus dipertanggungjawabkan oleh orang yang ngomong” kata Usin, Minggu, (24/05/26)

Kemudian kata Usin, seluruh temuan lapangan tidak bisa dipengaruhi oleh siapa pun. Pihaknya bahkan telah menyampaikan rekomendasi kepada BGN, KPPG, TAWAS, Koordinator Regional, Koordinator Wilayah, SPPG, dan ke pemerintah daerah terkait fakta lapangan yang ditemukan dalam sidak.

Usin turut mengingatkan kepada seluruh pengelolah dapur MBG untuk tidak melakukan hal-hal yang mungkin biasa dilakukan kepada pihak untuk menutupi fakta lapangan. Sidak kata Usin merupakan fungsi DPRD dalam mengawasi jalanya program pemerintah di daerah.

“Kalau mereka mau coba-coba sogok komisi 4 salah besar dan justru kami menilai memang ada kesalahan dari dapur tersebut yang ditutupi. Kalau merasa gak ada kesalahan atau pelanggaran atau kekurangan, buat apa kasih uang Lelah? jadi jangan apa yang biasa mereka lakukan pada pihak lain, mereka lakukan pula pada kami” tegas dia.

Reporter: Irfan Arief