Interaktif News – Ramainya wisata air Bendungan Lubuk Kebur, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, tak hanya membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga membuka peluang bagi para pegiat media sosial untuk mencari rezeki dengan cara-cara kreatif.

Pada hari libur, kawasan bendungan kini dipadati pengunjung dari dalam maupun luar daerah. Kedatangan mereka memiliki tujuan yang bervariasi, ada yang ingin melepas penat dengan berenang ada pula yang hanya menikmati suasana alam.

Kondisi ini justru mengundang sejumlah konten kreator untuk memanfaatkan momentum dengan melakukan siaran langsung (live streaming) melalui platform TikTok.

Salah satunya pasangan suami istri Santi Sartika dan Sahil. Keduanya memanfaatkan momen ini untuk nge-live TikTok di lokasi bendungan. Dengan peralatan seadanya, Santi dan Sahil bernyanyi secara langsung sembari berinteraksi dengan penonton berharap adanya pemberian gift atau hadiah virtual yang bisa diuangkan.

Menurut Santi, suasana alami dan ketenangan di sekitar bendungan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton. Apalagi, Bendungan Lubuk Kebur kini semakin dikenal luas setelah viral di media sosial dan ramai dikunjungi masyarakat.

“Keramaian di bendungan ini bukan hanya menguntungkan pedagang, tapi juga memberi peluang bagi kami para penggiat media sosial untuk mencari penghasilan,” ujar Santi, Minggu (1/2/2026).

Ia menilai, kehadiran wisata air bendungan telah menjadi magnet baru bagi Kabupaten Seluma. Bahkan,

Santi mengapresiasi rencana Pemerintah Kabupaten Seluma yang disebut akan memfasilitasi kawasan tersebut seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

“Kehadiran wisata air bendungan telah menjadi magnet baru bagi Seluma. Tentu kami sangat mengapresiasi rencana pemerintah daerah yang akan memfasilitasi kawasan ini seiring meningkatnya jumlah pengunjung,” kata Santi.

Tak hanya saat akhir pekan, Santi mengaku melakukan live streaming hampir setiap hari di lokasi itu. Ia berharap, keramaian Bendungan Lubuk Kebur dapat terus terjaga sehingga Seluma semakin dikenal luas oleh masyarakat luar daerah.

“Semoga tempat ini terus ramai dan berkembang. Kalau Seluma dikenal karena ada objek wisatanya, tentu dampaknya akan baik untuk semua,” pungkas Santi.

Kisah Santi dan Sahil menjadi gambaran bagaimana ruang publik dan wisata lokal kini tak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ladang kreativitas dan sumber penghidupan baru di era digital.

Reporter: Deni Aliansyah Putra