Interaktif News – Semenjak viral di media sosial, kawasan bendungan air di Seluma yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai saluran irigasi, kini mendadak menjadi wisata air yang ramai dikunjungi warga, terutama pada sore hari dan akhir pekan.

Lokasi yang terletak di Kelurahan Lubuk Kebur, Kabupaten Seluma itu kini dipenuhi suara riuh tawa dan suka para pengunjung. Fenomena ini tak hanya menghadirkan ruang rekreasi baru bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.

Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai bermunculan di sepanjang area bendungan, menjajakan beragam dagangan untuk melayani pengunjung.

Mulai dari minuman segar, es pokat kocok, makanan ringan, hingga mi instan, dijajakan sederhana di tepi bendungan. Kehadiran para pedagang ini menambah semarak suasana sekaligus menjadi penopang ekonomi bagi warga setempat.

Salah satu pelaku UMKM, Erdaningsih, mengaku merasakan langsung dampak positif dari ramainya wisata air dadakan tersebut. Meski hanya berjualan es pokat kocok dan makanan ringan, dagangannya laris manis diserbu pembeli.

“Alhamdulillah, sejak ramai begini jualan jadi hidup,” kata Erdaningsih, Minggu, (1/2/2026).

Ia menuturkan, sebelum berjualan di kawasan bendungan, dirinya sempat dirumahkan dari pekerjaan sebagai tenaga honorer. Kondisi tersebut mendorongnya mencari alternatif penghasilan dengan berjualan di lokasi wisata dadakan ini.

“Dalam sehari, saya mampu meraup keuntungan hingga ratusan ribu rupiah,” ungkapnya.

Keramaian pengunjung di Bendungan

Seluma juga dipengaruhi oleh akses yang masih gratis. Hingga kini, lokasi tersebut belum dikelola secara resmi oleh pemerintah daerah, sehingga masyarakat bebas menikmati wisata air tanpa dipungut biaya.

Ribuan pengunjung dari berbagai kalangan terlihat memadati lokasi. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu rumah tangga datang bersama keluarga dan kerabat. Selain berenang dan merasakan segarnya air bendungan yang jernih, pengunjung juga memanfaatkan waktu untuk bersantai di tepi aliran air.

Di lokasi, tersedia pula penyewaan pelampung dengan tarif terjangkau, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Fasilitas sederhana ini menambah rasa aman, khususnya bagi anak-anak yang ingin bermain air.

Sulastri, salah seorang pengunjung, menilai keberadaan wisata air ini sangat membantu masyarakat untuk mengisi waktu libur. Ia menyebut air yang jernih, sejuk, dan tidak terlalu dalam menjadi daya tarik tersendiri.

“Tempatnya enak untuk anak-anak, tapi tetap harus diawasi,” kata Sulastri. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih, terutama dengan menambah fasilitas pendukung seperti tempat berteduh dan sarana keselamatan.

Hal senada disampaikan Heny Yunita. Menurutnya, lokasi tersebut sudah layak menjadi objek wisata karena didukung akses yang mudah dan keberadaan pedagang. Gratisnya tiket masuk juga menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

“Kalau dikelola dengan baik, tempat ini bisa jadi wisata andalan,” ujarnya.

Ramainya wisata air dadakan di Bendungan Seluma menjadi cerminan

tingginya minat masyarakat terhadap ruang rekreasi terbuka yang murah dan mudah dijangkau. Warga pun berharap pemerintah daerah dapat segera menata dan mengelola kawasan tersebut secara resmi, sehingga selain aman dan tertata, juga mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah.

Reporter: Deni Aliansyah Putra