Interaktif News – SRT seorang ibu rumah tangga mengadukan nasibnya ke Kantor Inspektorat Kabupaten Seluma lantaran ditelantarkan suaminya yang berstatus PPPK sejak satu setengah tahun lalu. Pengaduan itu disampaikan SRT pada bulan Mei 2026 lalu.

Diceritakan SRT, peristiwa ini dialaminya sejak menikah sekira bulan April 2025 lalu. Kala itu suaminya yang berinisial E masih berstatus honorer di salah satu Puskesmas Kabupaten Seluma. Sejak menikah rumah tangganya berjalan normal layaknya rumah tangga kebanyakan.

“Waktu menikah dia masih honorer di Puskesmas Puguk, kemudian dia diangkat jadi PPPK di Puskesmas Seluma Timur. Saya mendampingi dari awal, mulai dari mengurus BPJS, SKCK, narkoba dan syarat-syarat lain untuk jadi PPK. Saya semua yang biayai” kata SRT, Kamis, (18/06/26)

Namun, sejak lulus menjadi PPPK suaminya menghilang tanpa kabar. SRT mengaku tidak tahu alasannya namun ia mengakui sering cek cok rumah tangga dan sempat dimediasi pihak keluarga.

“Tidak tahu (alasan menghilang) awalnya cuma pamit kerja dan tidak pernah pulang. Kalau ribut rumah tangga itu ada dan sudah dimediasi pihak keluarga. Dia sempat berjanji akan mengambil keputusan 2 hari sejak mediasi tapi sampai hari ini tidak ada keputusan” kata SRT

Yang menyakitkan kata SRT, saat melahirkan suaminya tidak ikut mendampingi. Ia sempat mengabari kepada adik suaminya kalau akan melahirkan dalam waktu dekat.

“Saya putus

kontak, media sosial Instagram Wa semuanya diblokir. Saya cuma bisa kontak ke adiknya dan sudah saya kasih tahu kalau anak kami sudah lahir namun tidak juga ada kabar” kata SRT.

Di tengah ketidakpastian hubungan itu, SRT memilih melaporkan suaminya ke Inspektorat Kabupaten Seluma. Ia berharap mendaptkan haknya sebagai istri sah dan nafkah untuk anaknya yang kini berusia 10 bulan.

“Waktu awal lulus jadi PPPK, suami saya sempat minta KK KTP dan lain-lain untuk dimasukan dalam tunjangan. Namun sampai hari ini saya dan anak saya tidak sama sekali menerima nafkah, satu rupiah pun tidak ada” kata SRT.

SRT mengaku telah pasrah dengan hubungannya, bahkan diceraikan pun ikhlas. Namun, SRT ingin kepastian terutama untuk anaknya. “Status kami masih suami istri tapi tidak jelas, diceraikan tidak, ada kabar juga tidak” kata SRT.

Terkait laporanya, SRT mengaku sudah 2 kali dipanggil dan diminta keterangan. Hanya saja, sejauh ini belum ada keputusan dari Inspektorat Kabupaten Seluma. “Saya berharap pihak Inspektorat bisa memfasilitasi, terutama hak nafkah untuk anak saya” kata SRT.

Reporter: Irfan Arief