Interaktif News – Kapolres Seluma kembali turun langsung menambal lubang di ruas Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbar) wilayah Kabupaten Seluma, Bengkulu, Rabu, 25 Februari 2026. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang dipicu kerusakan jalan.

Jajaran Polres Seluma menilai kerusakan jalan nasional tersebut sudah dalam kategori parah, ditandai banyaknya lubang yang belum tertangani secara menyeluruh.

Kasat Lantas Polres Seluma Iptu Arief Abdullah mengatakan, aksi penambalan lubang bukan kali pertama dilakukan. Menurut dia, Kapolres bahkan turun langsung melakukan penambalan dengan bahan seadanya di ruas dua jalur menuju Kecamatan Seluma, pusat Kota Tais.

“Ini merupakan bentuk kepedulian Kapolres terhadap keselamatan pengendara dan sebagai antisipasi terhadap kejadian laka yang dugaan utamanya akibat kerusakan jalan berlubang ini,” kata Arief.

Ia menjelaskan, kerusakan infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor dominan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Karena itu, kepolisian mengambil langkah darurat sembari menunggu perbaikan permanen dari instansi berwenang.

Arief menegaskan pihaknya akan terus memantau kondisi jalan hingga ada tindakan konkret dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu selaku penanggung jawab jalan nasional.

“Belakangan ini cukup banyak kecelakaan lalu lintas terjadi di Seluma dan salah satu faktornya adalah kerusakan jalan,” ujarnya.

Selain melakukan penambalan sementara, kepolisian juga mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati, menggunakan helm, melengkapi administrasi kendaraan,

serta mengurangi kecepatan mengingat kondisi jalan yang belum sepenuhnya layak.

Sementara itu, hingga kini perbaikan menyeluruh di ruas Jalinbar wilayah Seluma dinilai belum terlihat signifikan. Penanganan yang ada masih sebatas tambal sulam, dan belum seluruhnya dilakukan perbaikan.

BPJN Bengkulu juga menuai sorotan warganet karena dianggap belum menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki dan merawat jalan nasional tersebut.

Reporter: Deni Aliansyah Putra