Interaktif News – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain melakukan kunjungan kerja ke Pulau Enggano guna mendukung program cetak sawah dan pengembangan sektor pertanian di wilayah terluar tersebut.

Dalam kunjungan itu, Teuku meninjau langsung lokasi cetak sawah seluas 200 hektare yang direncanakan akan dibangun jaringan irigasi di Desa Kahyapu, Pulau Enggano. Menurutnya, lahan sawah yang telah dicetak saat ini belum memiliki jaringan irigasi memadai, meskipun sumber air baku sudah tersedia.

“Kita melihat langsung lokasi cetak sawah baru sekitar 200 hektare di Desa Kahyapu. Air bakunya sudah ada, namun belum memiliki jaringan irigasi sehingga ini harus segera diperjuangkan,” kata Teuku Zulkarnain.

Ia menegaskan, pembangunan irigasi menjadi kebutuhan mendesak agar lahan pertanian yang telah dibuka dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain saat berdialog dengan petani Pulau Enggano, Foto: Dok

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain saat berdialog dengan petani Pulau Enggano, Foto: Dok

Selain meninjau lokasi sawah, Waka I DPRD Bengkulu itu juga menemukan kerusakan infrastruktur lain berupa jembatan amblas menuju Desa Trans di Pulau Enggano yang membutuhkan penanganan segera.

“Sudah kita sampaikan ke Gubernur dan Dinas PU untuk segera

menindaklanjuti hasil peninjauan di lapangan, termasuk kondisi jembatan yang amblas menuju Desa Trans,” tambahnya.

Dalam dialog bersama masyarakat dan petani setempat, sejumlah keluhan turut disampaikan, terutama terkait serangan hama babi liar dan burung yang dinilai mengganggu produktivitas pertanian warga.

Para petani berharap pemerintah dapat memberikan solusi serta dukungan untuk mengantisipasi serangan hama tersebut agar hasil pertanian dapat meningkat dan program swasembada pangan di Pulau Enggano dapat tercapai.

“Mereka meminta solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi hama tersebut. Karena kita menargetkan swasembada pangan di Pulau Enggano, maka dukungan infrastruktur dan kebutuhan petani harus dipenuhi,” ujarnya. [Adv]