Interaktif News – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Imbauan tersebut disampaikan melalui kampanye edukasi bertajuk “Imbauan untuk Anak Sekolah di Kabupaten Seluma tentang Abu Vulkanik”. Dalam imbauan itu, Dinas Pendidikan menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi perhatian utama di tengah kondisi lingkungan yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, H. Munarwan Syafui, SE., M.Pd., mengingatkan para siswa agar tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pihak sekolah maupun pemerintah daerah.

Menurutnya, kondisi lingkungan akibat abu vulkanik tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan, mata dan kulit. Karena itu, sekolah diminta mengambil langkah pencegahan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

“Yang paling penting adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak. Kami mengimbau siswa tetap tenang, mengikuti arahan guru dan pihak sekolah, serta memperhatikan informasi resmi dari pemerintah,” kata Munarwan, Senin, 7 September 2026.

Siswa juga diingatkan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Selain itu, perlindungan terhadap mata dan kulit juga menjadi perhatian, antara lain dengan menggunakan kacamata pelindung dan pakaian yang menutup bagian

tubuh saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Dari sisi pendidikan, kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian karena paparan abu vulkanik dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar. Sekolah diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan pembelajaran, tetapi juga mampu menyesuaikan aktivitas pendidikan dengan kondisi lingkungan.

Dinas Pendidikan juga mengimbau agar kegiatan di luar ruangan yang tidak mendesak dikurangi, terutama aktivitas fisik berat yang berpotensi meningkatkan paparan abu. Siswa dan tenaga pendidik diminta lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan apabila kondisi udara di sekitar sekolah tidak memungkinkan.

Selain menjaga kesehatan diri, kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi abu vulkanik. Warga sekolah diingatkan membersihkan wajah, tangan dan benda-benda yang terkena abu. Abu yang menempel juga tidak dianjurkan dibersihkan dengan cara menyapu kering karena dapat membuat partikel abu kembali beterbangan.

Untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan berdasarkan kondisi terkini, sekolah diminta memantau informasi resmi dari guru, pemerintah daerah, BPBD dan BMKG.

“Anak-anak tetap harus semangat belajar. Namun, dalam situasi seperti ini, kesehatan dan keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” pesan Munarwan.

Reporter: Deni Alian Syah Putra