Interaktif News – Kabar duka kembali datang dari satwa dilindungi. Dua ekor Gajah Sumatera ditemukan mati di area konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), tepatnya di kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Kedua gajah tersebut terdiri dari satu induk betina dan seekor anakan yang jenis kelaminnya belum dapat dipastikan. Informasi awal terkait temuan ini berasal dari laporan warga sekitar.

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa tim telah diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya dua gajah yang ditemukan mati. Saat ini tim sedang menuju lokasi untuk melakukan nekropsi guna memastikan penyebab kematian,” ungkap Said.

Dari keterangan awal, gading pada induk betina masih dalam kondisi utuh. Hal ini mengindikasikan bahwa kematian kemungkinan besar tidak disebabkan oleh aksi perburuan liar.

“Gigi caling masih ada. Jadi dugaan awal bukan karena perburuan. Namun kejadian kematian yang berulang di wilayah konsesi PT BAT ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pihak perusahaan dalam menjaga kelestarian habitat satwa liar, mengingat kawasan tersebut termasuk dalam Bentang Sebelat yang merupakan jalur penting bagi pergerakan gajah.

Tekanan terhadap populasi gajah di wilayah ini terus meningkat akibat aktivitas perambahan hutan, khususnya untuk pembukaan kebun sawit

ilegal.

Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengungkapkan bahwa jumlah gajah di Bentang Sebelat diperkirakan hanya tersisa sekitar 25 ekor.

Rinciannya, sekitar 10 ekor berada di TWA Sebelat, 5 ekor di wilayah konsesi PT BAT, dan 6 ekor di konsesi PT API. Sementara empat ekor lainnya merupakan gajah jantan liar. Dua kelompok gajah yang sebelumnya terhubung kini terpisah akibat perambahan di kawasan HP Air Ipuh II dan HP Air Rami.

Meskipun demikian, masih terdapat indikasi perkembangbiakan dengan ditemukannya tiga ekor anakan yang berada dalam pengawasan dua gajah dewasa.

Peristiwa ini kembali menambah catatan konflik antara manusia dan satwa liar di Bengkulu. Sebelumnya 31 Desember 2023 lalu satu ekor induk Gajah Sumatra juga ditemukan mati di kawasan tersebut.

BKSDA Bengkulu menyatakan akan segera mengumumkan hasil nekropsi setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Editor: Purwanti