Interaktif News – Wakil Gubernur Bengkulu Mian membuka Sosialisasi Pembinaan dan Pengawasan terhadap Pelaku Usaha Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Kegiatan ini juga menjadi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu yang digelar di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (14/7).

Kegiatan dihadiri oleh 143 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) MBLB dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pembinaan, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, serta mendorong sinergi sektor pertambangan dalam mendukung program unggulan Pemerintah Provinsi Bengkulu, yakni Bantu Rakyat.

Dalam arahannya, Mian menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam Bengkulu harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pemegang IUP MBLB untuk berpartisipasi dan berkolaborasi dalam mendukung berbagai program sosial pemerintah.

“Konsep Pak Gubernur melalui program Bantu Rakyat adalah menjadikan kita satu keluarga besar di Provinsi Bengkulu yang bersama-sama berbagi manfaat dari hasil bumi. Alhamdulillah, saat ini sudah ada beberapa pemegang IUP yang menyisihkan sebagian pendapatannya melalui Baznas Provinsi Bengkulu,” ujar Mian.

Sementara, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan bahwa sosialisasi ini bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha pertambangan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor MBLB terhadap pembangunan daerah.

Ia berharap kegiatan ini terbangun komitmen bersama untuk meningkatkan

kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan dan retribusi daerah sehingga mampu mengoptimalkan PAD serta mendukung keberhasilan program Bantu Rakyat.

“Melalui sosialisasi ini kami ingin membangun komitmen bersama agar para pemegang IUP semakin taat terhadap kewajiban perpajakan daerah. Dengan demikian, kontribusi sektor pertambangan dapat disinergikan untuk mendukung program Bantu Rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” tutup Rico.

Reporter; Irfan Arief