Interaktif News – Pawai ogoh-ogoh sebagai bagian dari tradisi keagamaan umat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi di Kabupaten Seluma, Bengkulu, tahun ini digelar dengan nuansa berbeda.

Pelaksanaan kegiatan menyesuaikan dengan momentum bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan menekankan nilai toleransi antarumat beragama.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pawai ogoh-ogoh di Desa Kungkai Baru, Kecamatan Air Periukan, tetap dilaksanakan di tengah bulan Ramadhan. Meski berlangsung di masa ibadah umat Muslim, antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian tradisi ini tetap tinggi.

Kegiatan yang merupakan bagian dari ritual menyambut Hari Raya Nyepi ini tidak hanya diikuti oleh umat Hindu, tetapi juga mendapat partisipasi dari warga lintas agama. Warga tampak hadir dan menyaksikan jalannya pawai sebagai bentuk kebersamaan dan saling menghormati.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, pelaksanaan pawai dilakukan pada sore hingga malam hari, dengan penyesuaian terhadap waktu salat tarawih.

Sekretaris Desa Kungkai Baru, Imroatul Hidayati, mengatakan pemerintah desa mendukung penuh pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut, dengan tetap mengedepankan kesepakatan bersama antarumat beragama.

“Kegiatan ini tetap berjalan dengan memperhatikan kesepakatan bersama, sehingga semua pihak merasa dihormati dan pelaksanaan berlangsung tertib,” ujar Imroatul, Rabu (18/3/2026).

Ia menjelaskan, kesepakatan tersebut juga mencakup penyesuaian teknis di lapangan, termasuk tidak menggunakan iringan musik di sekitar tempat ibadah saat salat tarawih berlangsung.

Menurutnya, langkah tersebut dinilai

sebagai upaya menjaga kerukunan di tengah keberagaman, sekaligus menunjukkan bahwa tradisi dan kegiatan keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan nilai toleransi.

“Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh ini pun kami harapkan menjadi gambaran kerukunan antarumat beragama dapat terjaga melalui komunikasi yang baik serta kesepakatan bersama, ” tutup Imroatul.

Reporter: Deni Aliansyah Putra