Interaktif News – Polres Seluma menggelar rapat bersama lima pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti kerusakan Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbar) di wilayah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Infrastruktur jalan yang berlubang dan bergelombang dinilai menjadi salah satu faktor dominan tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Rapat yang digelar pada Rabu, 25 Februari 2026, di Aula Mapolres Seluma itu dipimpin Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan dan dihadiri sejumlah instansi terkait.

Kasat Lantas Polres Seluma Iptu Arief Abdullah mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi dan analisa kecelakaan lalu lintas, kondisi jalan rusak menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di jalur nasional tersebut.

“Dari hasil evaluasi dan analisa kejadian kecelakaan lalu lintas, salah satu faktor dominan penyebab laka adalah kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan bergelombang,” kata Arief.

Menurut dia, Jalinbar merupakan jalur utama yang setiap hari dilintasi kendaraan angkutan barang, bus penumpang, hingga sepeda motor. Karena itu, perbaikan infrastruktur dinilai mendesak untuk menekan risiko kecelakaan.

Dalam pertemuan tersebut, kepolisian mengundang lima pemangku kepentingan, yakni Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas PUPR Seluma, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan Seluma, Bappeda Seluma, serta Jasa Raharja.

Arief menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan. “Kami mengajak seluruh stakeholder untuk saling membahu dan bersinergi. Jangan sampai korban kecelakaan terus bertambah

akibat kondisi jalan yang sebenarnya bisa segera ditangani,” ujarnya.

Ia secara khusus meminta BPJN selaku pihak berwenang atas jalan nasional untuk mempercepat perbaikan Jalinbar di wilayah Seluma. Apalagi, dalam waktu dekat arus lalu lintas diperkirakan meningkat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Sebentar lagi memasuki arus mudik Lebaran. Sudah dipastikan Jalinbar ini akan ramai dilalui pengendara,” kata Arief.

Menanggapi hal itu, kata Arief, pihak BPJN menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses perbaikan. Mereka menargetkan perbaikan Jalinbar di wilayah Seluma dapat dituntaskan paling lambat H-10 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Kami tidak ingin ada lagi korban jiwa akibat jalan rusak. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujar Arief.

Reporter: Deni Aliansyah Putra