Interaktif News – Di balik lekuk Bukit Barisan yang membentang di Kabupaten Seluma, Bengkulu, tersimpan kekayaan alam yang terletak di Desa Lubuk Resam. Desa ini kerap dijuluki “surga kecil” dengan pesona alam yang tercatat memiliki ratusan goa, air terjun, pemandian air panas, sungai jeram hingga tumbuhnya habitat asli bunga rafflesia.

Tak hanya alam yang memikat, Lubuk Resam juga dikenal sebagai wilayah yang masih menjaga kuat kearifan lokal. Nilai-nilai adat dan budaya diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi pedoman kehidupan di wilayah setempat.

Namun, potensi itu terkurung oleh satu persoalan yang dianggap sangat klasik, yaitu akses jalan. Jalan menuju Lubuk Resam nyaris tak tersentuh pembangunan selama puluhan tahun. Dari Puguk menuju desa, warga harus menempuh puluhan kilometer jalan tanah. Apalagi saat musim hujan, kubangan lumpur semakin jelas memperparah laju perjalanan menuju wilayah tersebut.

Pembangunan jalan menuju Lubuk Resam sempat dilakukan di periode sebelumnya, namun pembangunan hanya dilaksanakan sampai di kawasan Tebing S dan tidak menembus langsung ke Desa Lubuk Resam.

Kini, aral pembangunan mulai nampak titik terang. Pasalnya, pemimpin daerah saat ini Bupati Seluma Teddy Rahman dan Wakil Bupati Gustianto, mulai berupaya mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.

Pemerintah daerah juga mulai intens melakukan koordinasi dan pengusulan ke pemerintah pusat, menjadikan akses jalan ke Lubuk Resam

sebagai salah satu prioritas. Hasil dari upaya tersebut mulai tampak pada awal Januari 2026.

Pada Selasa (6/1/2026), Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kabupaten Seluma turun langsung melakukan survei lapangan.

Kegiatan itu berlangsung hingga Kamis (8/1/2026) dan menjadi bagian dari tahapan awal pengusulan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2026.

Ruas jalan yang disurvei meliputi jalan kabupaten di Ulu Alas, jalan menuju Desa Lubuk Resam, serta Jalan Padang Capo Ulu dan Ilir. Selain jalan, sejumlah jembatan di jalur yang sama juga ikut ditinjau karena perannya sebagai penghubung yang dibatasi sejumlah jalur sungai.

Kehadiran tim survei bukan sekadar kunjungan teknis, melainkan sinyal bahwa desa mereka mulai diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan.

Bupati Seluma Teddy Rahman sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan akan difokuskan pada wilayah pedalaman atau kawasan ulu, meliputi Ulu Seluma, Ulu Sukaraja, Ulu Talo, dan Ulu Alas.

“Kondisi infrastruktur jalan di kawasan pedalaman masih sangat memprihatinkan. Banyak ruas jalan berlumpur dan dipenuhi batu besar sehingga menghambat aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Ia mengakui, pada masa kepemimpinan yang tidak sepenuhnya mencapai lima tahun, Pemerintah Kabupaten Seluma tetap berupaya mendorong pemerataan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Teddy

berkeyakinan pembangunan infrastruktur jalan wilayah ulu Kabupaten Seluma dapat dituntaskan secara bertahap. Selain itu, berbagai program dan usulan terus didorong ke pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Reporter: Deni Aliansyah Putra