Interaktif News – Setelah menunggu sekitar satu dekade, pembangunan jembatan penghubung di Desa Simpang, Kabupaten Seluma, Bengkulu, akhirnya mulai direalisasikan pada 2026.

Pembangunan ditandai dengan peletakan titik nol oleh Pemerintah Kabupaten Seluma bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Bengkulu. Jembatan gantung tersebut akan menghubungkan Desa Simpang dengan Kelurahan Selebar, Kecamatan Seluma Timur.

Kegiatan peletakan titik nol dihadiri langsung oleh Bupati Seluma Teddy Rahman, didampingi sekretaris daerah, kapolres, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa bersama masyarakat setempat.

Kepala Desa Simpang, Rezon, mengatakan warga telah menantikan pembangunan jembatan tersebut selama bertahun-tahun. Menurut dia, keberadaan jembatan sangat vital karena menjadi akses utama bagi aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dengan dibangunnya jembatan Simpang ini. Setelah 10 tahun lamanya, akhirnya pembangunan dapat terlaksana. Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Seluma, terutama Bupati,” ujar Rezon.

Ia menambahkan, jembatan tersebut nantinya akan memangkas jarak tempuh masyarakat menjadi sekitar 5 kilometer dibandingkan harus memutar melalui Desa Selingsingan, Kecamatan Seluma Utara.

Selain itu, warga tidak lagi kesulitan saat debit air sungai meningkat. “Kami tidak perlu memutar jika air sungai meluap. Akses juga akan lebih dekat karena jembatan ini langsung terhubung ke jalan lintas nasional di Kelurahan Selebar,” kata dia.

Bupati Seluma Teddy Rahman mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan hasil dari

proses panjang yang telah diusulkan sejak 2025.

“Alhamdulillah, setelah melalui berbagai tahapan, usulan ini akhirnya disetujui oleh pemerintah pusat, sehingga pembangunan jembatan penghubung Desa Simpang dapat direalisasikan,” ujar Teddy.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah mengajukan sejumlah proyek infrastruktur lain, baik jalan maupun jembatan, ke pemerintah pusat. Namun, realisasinya masih menunggu persetujuan kementerian terkait.

“Semuanya sudah kami susun dan usulkan. Tinggal menunggu mana yang disetujui untuk dibangun. Secara bertahap usulan tersebut mulai direalisasikan, salah satunya jembatan Simpang ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan BPJN Bengkulu, Ivan Marsidano, menyebut proyek tersebut terwujud berkat dorongan dari Pemerintah Kabupaten Seluma.

Menurut dia, bupati secara aktif mengusulkan pembangunan jembatan ke Kementerian Pekerjaan Umum hingga akhirnya mendapat persetujuan.

“Setelah peletakan titik nol ini, pekerjaan fisik akan segera dilaksanakan oleh pihak ketiga sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Ivan.

Adapun jembatan yang dibangun merupakan jembatan gantung dengan panjang 42 meter dan lebar 1,5 meter. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembangunan jembatan tersebut dikerjakan oleh kontraktor CV Ataya Adiba Group dengan masa pengerjaan selama 210 hari atau sekitar tujuh bulan.

Reporter: Deni Aliansyah Putra