Interaktif News – Dugaan penyimpangan penyaluran pupuk subsidi kembali mencuat di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Sejumlah petani di wilayah Seluma Selatan menilai distribusi pupuk subsidi tidak tepat sasaran dan diduga melibatkan permainan data dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau RDKK.

Sorotan mengarah pada dua kelompok tani di Kelurahan Batuan, yakni Kelompok Tani Mandiri Tani dan Kelompok Tani Cimahi. Sejumlah petani menyebut masih ada nama penerima pupuk subsidi yang diduga tidak lagi menggarap sawah, bahkan lahan yang disebut telah beralih fungsi tetap tercatat menerima jatah pupuk subsidi.

Seorang petani sawah Kelurahan Sidomulyo , RW 3 berinisial JM mengaku menemukan kejanggalan dalam pembagian pupuk subsidi. Menurut dia, jatah pupuk yang diterimanya tidak sebanding dengan luas sawah yang digarap.

JM mengatakan dirinya hanya memperoleh dua karung pupuk subsidi, padahal luas sawah yang dikelolanya hampir mencapai satu hektare. Di sisi lain, ia mendengar ada pihak tertentu yang diduga menerima pupuk subsidi hingga lebih dari 10 karung.

“Saya sudah bertanya kepada pemilik kios. Kenapa saya hanya mendapatkan pupuk ini, tidak sesuai dengan luas lahan sawah yang saya garap. Padahal banyak yang menyebut ada yang tidak garap lahan dan ada juga lahan yang sudah alih fungsi masih mendapatkan pupuk subsidi,” keluh JM.

Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa pupuk subsidi yang masuk

ke kios tersebut mencapai hampir dua ton. Namun, pembagian kepada petani disebut tidak merata.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Ok makasih, segera kami tindklanjuti dengan cek fakta lapangan,” kata Arian saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut Arian, setelah dilakukan konfirmasi kepada kelompok tani, pihak dinas akan melakukan pengukuran lahan sawah guna memastikan kesesuaian kebutuhan pupuk subsidi dengan luas lahan yang digarap petani.

Ia menduga persoalan tersebut dipicu miskomunikasi antara kelompok tani dan kios penyalur pupuk subsidi. Dinas Pertanian, kata dia, telah menjadwalkan peninjauan lapangan pada Jumat pagi.

“Ado mis komunikasi antara poktan dan kios, besok PPL dan bidang PSP cek TKP, insyallah aku turun juga ke lapangan,” ujarnya.

Persoalan distribusi pupuk subsidi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pengawasan terhadap data RDKK dan distribusi pupuk subsidi dianggap penting agar bantuan pemerintah benar-benar diterima petani aktif dan tidak dimanfaatkan pihak yang tidak berhak.

Reporter: Deni Aliansyah Putra