Interaktif News – Provinsi Bengkulu mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) ke-XI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Agenda nasional ini berlangsung selama empat hari di Hotel Mercure Bengkulu, terhitung mulai Jumat, (9/10/26).

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. Turut hadir jajaran tokoh nasional dan daerah, diantaranya Ketua DPD RI Sultan Bakhtiar Najamudin, Anggota DPD RI Dapil Provinsi Bengkulu Destita Khairilisani, Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, Sekjen DPP PPNI Mustika Sari, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu.

Kegiatan berskala nasional ini dibuka secara simbolis oleh Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, sesaat setelah menyampaikan kata sambutannya. Munas kali ini diperkirakan menarik antusiasme tinggi dengan kehadiran sekitar 2.000 hingga 3.000 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Penyelenggaraan Munas XI PPNI menjadi kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Bengkulu. Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi profesi perawat tingkat nasional, kegiatan ini juga membuka peluang emas untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta yang datang dari seluruh penjuru nusantara.

Dalam keterangannya, Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan bahwa pelaksanaan Munas XI PPNI membawa dampak positif yang luas. Terutama dalam mempromosikan sektor pariwisata, nilai sejarah, kekayaan kuliner, serta berbagai program unggulan yang dimiliki Provinsi Bengkulu.

“Kehadiran ribuan peserta ini kita

harapkan memberikan stimulus positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha lokal,” ujar Herwan.

Sektor perhotelan dan akomodasi sambung Herwan menjadi salah satu lini bisnis yang paling awal merasakan manfaat langsung dari lonjakan keterisian kamar selama acara berlangsung.

Ia mengimbau kepada peserta untuk menyempatkan diri mengunjungi berbagai destinasi wisata sejarah di Bengkulu, menikmati kuliner khas, dan berbelanja produk lokal.

“Dengan demikian, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bengkulu berpeluang besar memperoleh peningkatan omzet dari tingginya aktivitas perputaran uang selama momentum ini.” Kata Herwan

Editor: Irfan Arief