Interaktif News – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mulai melakukan penambalan di sejumlah titik jalan lintas barat nasional yang berada di wilayah Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Perbaikan ini dilakukan setelah kondisi jalan berlubang dikeluhkan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Sorotan muncul usai platform media sosial Fakta Seluma mengunggah pemberitaan dari BengkuluInteraktif berjudul “Usai Viral BPJN Perbaiki Jalan Berlubang di Seluma”. Warganet pun membanjiri kolom komentar dengan kritik terhadap kualitas tambalan jalan.

Salah satu komentar datang dari akun Olan P yang meragukan daya tahan hasil perbaikan.

“Rato² kalo di tambal ini setahu aku ajw, selesai di tambal bertahan ny brp bulan atau brp THN, setahun aj untung,,
Ngapo setiap tambalan tidak tahan? krno tinggal asal ajw,
Yang terutama tidak rapi tidak samo samo datar, tengok lah selesai di tambal pasti idak rato psti adw yang lbh tinggi dikit,,,
ngapo idk datar? Apw krno kurang kuat..? apw krno nido pacak..?
ngapo idak pacak? melester dinding bae pacak samo samo datar”

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, komentar tersebut menyebut rata-rata tambalan jalan hanya bertahan beberapa bulan, bahkan setahun saja sudah dianggap beruntung. Ia menilai pekerjaan dilakukan asal-asalan, tidak rapi dan tidak rata, sehingga menimbulkan bagian jalan yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Kritik senada disampaikan akun Khoirudin.

“Maaf biasanya itu bukan tampal

aspal. Tp lebih tepatnya di tampal solar. Baru di tampal kena hujan di lindas truk cepat ancur.” Artinya, ia menilai tambalan bukan menggunakan aspal yang berkualitas. Menurutnya, baru saja ditambal, ketika diguyur hujan dan dilintasi truk, jalan kembali rusak.

Akun Nopi Rusiandi juga menyinggung waktu perbaikan yang dinilai terlambat.

“La bnyak korban baru di tampal paling 6 bulan ngulang ngeleka lagi situ Namo tampal sulam” Ia menyebut perbaikan baru dilakukan setelah banyak korban berjatuhan, dan biasanya dalam enam bulan jalan kembali rusak di titik yang sama.

Namun, ada pula warganet yang menilai kegiatan tersebut bukan karena viral. Akun Duwi Saputra II berpendapat perbaikan merupakan agenda rutin tahunan.

“Bukan karena viral Ini sudah jadi kegiatan rutin tahunan sebelum idul Fitri Biar apa coba ? Ya biar dana pusat bisa cair dan emmmmm Taulah ya artinya apa” Ia menduga perbaikan dilakukan menjelang Idul Fitri sebagai bagian dari kegiatan rutin agar anggaran dari pusat dapat dicairkan.

Sebagai informasi, BPJN merupakan instansi vertikal di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang bertanggung jawab terhadap pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional.

Ramainya kritik warganet mencerminkan menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap kualitas perbaikan infrastruktur jalan. Padahal, jalan nasional merupakan urat nadi transportasi dan perekonomian masyarakat Bengkulu.

Hingga berita

ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BPJN terkait metode perbaikan maupun jaminan kualitas tambalan jalan tersebut.

Reporter: Deni Alian Syah Putra