Interaktif News – Memasuki pertengahan tahun anggaran 2026 dan hampir menjelang semester kedua, Pemkab Bengkulu Utara tak kunjung menggelar rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA). Padahal, penyerapan anggaran saat ini sedang jalan di tempat

Kabag Pembangunan Setda Bengkulu Utara, Metriko Hederian membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, keterlambatan penyerapan anggaran ini dipicu oleh sejumlah kendala administratif dan teknis di tingkat SKPD, mulai dari pola perencanaan hingga penyesuaian struktur organisasi.

“Beberapa yang sudah memang terkait perencanaan, karena kan rata-rata kawan-kawan ini kan perencanaan lakukannya di tahun berjalan. Kalau rapat untuk internal sudah kita lakukan” ujar Metriko Hederian, Kamis (21/5/2026).

Selain masalah internal perencanaan, Metriko mengidentifikasi adanya hambatan dalam proses penyesuaian belanja item, tindak lanjut catatan hasil audit tahun sebelumnya, hingga keterlambatan penetapan SK untuk pejabat pelaksana seperti PPTK dan penganggaran.

Menyikapi rendahnya rapor realisasi pada sejumlah OPD ini, Tim Evaluasi menegaskan telah bergerak cepat dengan menginventarisasi masalah langsung ke kepala dinas terkait.

Pihaknya juga mengklaim terus meneruskan laporan berkala kepada pimpinan daerah, di mana fokus utama saat ini diarahkan untuk mengawal program-program prioritas Bupati yang tersebar di berbagai SKPD.

“Menghadapi sisa waktu tahun berjalan, kita tetap optimis target fisik dapat terkejar, strategi jangka pendek yang disiapkan saat ini adalah melakukan review jadwal agar paket konstruksi bisa segera

tayang pada bulan Mei ini,” pungkas Metriko.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Utara, Fitriyansyah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (25/5/2026) tidak merespons terkait realisasi anggaran Bengkulu Utara yang baru terserap 17,18 persen tersebut.

Editor: Repi Pratomo