Interaktif News – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu menggelar Sarasehan Ekonomi dalam rangka Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Bengkulu Edisi Mei 2026 dan Kajian Fiskal Regional (KFR).

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mercure Bengkulu, dengan mengusung tema Sinergi Moneter dan Fiskal Memperkuat Stabilitas dan Optimisme Perekonomian Domestik guna Mendorong Intermediasi dan Investasi Berkualitas di Provinsi Bengkulu.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah R.A. Denni mengatakan kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas perkembangan ekonomi terkini. Selain itu kegiatan ini juga sekaligus merumuskan langkah-langkah percepatan pembangunan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global.

Ia menjelaskan pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan kinerja yang cukup baik. Berdasarkan data yang dipaparkan, ekonomi Bengkulu tumbuh sebesar 4,72 persen (year on year/yoy).

“Pertumbuhan ekonomi Bengkulu masih berada pada jalur yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi daerah masih cukup kuat dan mampu bertahan menghadapi berbagai dinamika yang terjadi,” kata Denni.

Menurutnya pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap stabil serta belanja pemerintah yang mampu menjaga perputaran ekonomi di daerah.

Selain itu, kata dia, investasi juga masih menunjukkan tren positif meskipun belum menjadi motor utama penggerak perekonomian Bengkulu. [ADV]