Interaktif News – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu yang mencapai 5,11 persen pada 2026.

Apresiasi itu Ia sampaikan di hadapan para investor, narasumber Investment Talks, pimpinan perbankan, pelaku usaha, serta perwakilan asosiasi yang menghadiri Bencoolen Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026 di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Senin (12/10/2026).

Aida mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bengkulu didorong oleh investasi dan ekspor sejumlah komoditas unggulan daerah. Salah satunya kopi Bengkulu yang baru-baru ini berhasil menembus pasar Eropa dengan volume ekspor mencapai 19,2 ton.

Selain pertumbuhan ekonomi, ia juga menyoroti kondisi inflasi Bengkulu yang tetap terkendali. Berdasarkan data yang disampaikannya, inflasi Bengkulu pada September berada di angka 3,38 persen.

“Jadi, saya mengucapkan selamat kepada Pak Gubernur dan jajarannya yang mampu menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus inflasi,” ujar Aida.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan di Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama mewujudkan aspirasi nasional menuju Indonesia Maju, sekaligus mengoptimalkan potensi bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

Menurutnya, investasi dan ekspor menjadi dua komponen penting yang perlu terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

“Kuncinya adalah komponen investasi dan ekspor, karena kita melihat ini adalah faktor-faktor pendorong yang bisa kita lakukan,” katanya.

Aida juga mengapresiasi penyelenggaraan BRIEF 2026 di Bengkulu. Menurut laporan yang

diterimanya, Bengkulu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu tujuan investasi yang menjanjikan.

“Provinsi Bengkulu memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 520 kilometer yang menyimpan potensi ekonomi kelautan dan perikanan. Selain itu, daerah ini memiliki beragam komoditas unggulan, mulai dari kelapa sawit, karet, kopi robusta, hingga perikanan dan pisang Enggano” jelasnya.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting untuk menarik minat investor, memperluas pasar ekspor, serta meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

“Bengkulu juga memiliki keunggulan di sektor energi. Provinsi ini disebut sebagai satu-satunya provinsi di Sumatera yang memiliki surplus daya listrik, sebuah potensi yang dapat menjadi nilai tambah dalam menarik investasi dan mendukung pengembangan sektor industry,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan BRIEF 2026, potensi sumber daya alam, komoditas unggulan, serta dukungan infrastruktur energi  semakin dikenal oleh investor, sehingga Bengkulu mampu mendorong realisasi investasi, memperluas ekspor, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Reporter: Irfan Arief