Momentum Sumpah Pemuda, IMM Bengkulu Bersama KPU Gelar Sosialisasi Pilkada

IMM Bengkulu

IMM Bengkulu bersama KPU Provinsi Bengkulu saat sosialisasi pemelihan gubernur dan wakil gubernur Bengkulu 2020, Rabu, 28 Oktober 2020 

Interaktif News – Tepat pada 20 Oktober 2020 momentum hai lahir Sumpah Pemuda, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Bengkulu bersama dengan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu menggelar sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Bengkulu tahun 2020.

Acara sosialisasi berkemas diskusi itu digelar di Hotel Adeeva dan Convetion Jl. Pariwisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu dengan tema "Peran Pemuda dalam Pilkada di Era Pandemi".

"Cara meningkatkan partisipasi pemilih itu berbeda-beda khususnya pemuda, ada dengan cara memberi pendidikan kepada pemilih ada juga dengan cara berpartisipasi di penyelenggara atau Pengawas dan bisa juga menjadi saksi dari calon," Jelas Iqbal Hafsari, ketua DPD IMM Provinsi Bengkulu sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut. 

Dikatakannya, dalam rangka mewujudkan partisipasi pemilih dan esensi hajatan demokrasi bisa dengan meneladani semangat para pemuda Indonesia 92 tahun lalu. Dimana berbagai elemen pemuda Indonesia mendeklarasikan diri untuk membangkitkan semangat perjuangan kemerdekaan. 

“Memperjuangkan demokrasi juga bagian dari cara kita mengisi ruang kemerdekaan. Demokrasi yang baik tentu harus diisi dengan kegiatannya yang lebih positif salah satunya ikut berpartisipasi dalam menyukseskan hajatan pilkada serentak 2020” papar Iqbal. 

Sementa itu, Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Darlinsyah, M.Si menambahkan pemilih harus cerdas dan berkualitas. Lokomotif pemilih cerdas, kata Darlin tentu melekat pada teman-teman muda salah satunya melekat pada kader dan pengurus IMM yang harus turut mengkampanyekan instrument demokrasi seperti pelaksanaan pilkada gubernur dan wakil gubernur 2020. 

"Para pemilih harus cerdas dan memahami visi-misi setiap calon kepala daerah dan menolak pemberian dalam bentuk apapun apalagi dengan kondisi Pandemi seperti ini, maka kita menjaga integritas diri kita dan pemilih yang berkualitas," Jelasnya

Darlin juga menyoroti masalah money politic yang terus merong-rong setiap prosesi pilkada maupun pileg. Tugas kita bersam lanjut Darlin adalah malakukan edukasi kepada publik bagaimana memerangi money politic agar tidak menciderai pilkada serentak 2020. 

"Salah satu cara untuk menghindari politik uang adalah memberi edukasi dan pendidikan kepada pemilih, kemudian yang telah mendapat pendidikan dan edukasi ini menyampaikan kepada keluarga dan teman-teman terdekatnya," kata Darlin.

Reporter: Anasril Azwar
Editor: Alfrido Ade Permana