KPU dan IMM Bengkulu Gelar Sosialisasi, Targetkan 77,5 Persen Partisipasi Pemilih

KPU dan IMM Bengkulu Gelar Sosialisasi, Targetkan 77,5 Persen Partisipasi Pemilih

InteraktifNews - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu gandeng Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD-IMM) Bengkulu untuk sosialisasi pendidikan pemilih dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilihan umum tahun 2019 di Provinsi Bengkulu. 

Kegiatan yang digelar di aula kampus 4 UMB itu diikuti lebih dari 200 orang mahasiswa yang berasal dari kampus UMB, IAIN dan kader IMM di Kota Bengkulu.  

Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Bidang Pendataan, Siti Baroroh mengatakan, sosialisasi ini untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa agar mampu menyampaikan pesan-pesan pemilu kepada masyarakat luas

“kita harap tidak hanya untuk mereka yang ikut sosialisasi ini, namun juga disampaikan kepada masyarakat khalayak”

Ia melanjutkan, target capaian dari pusat adalah 77,5 persen partisipasi pemilih, jadi dengan adanya sosialisasi  target yang dipatok pusat dapat dipenuhi maksimal KPU Provinsi Bengkulu. 

"Kita berharap lebih dari target, untuk Daftar Pilih tetap (DPT) Provinsi Bengkulu mencapai 1.490.000 mata pemilih yang tersebar di 10 kabupaten/kota" kata Siti Barorah

Selain itu, sekretaris umum DPD IMM Bengkulu Kasrul Pardede menambahkan,  IMM akan berperan untuk memberi pendidikan pemilih kepada masyarakat utamanya kepada kader IMM di seluruh Provinsi Bengkulu.

"Karna kita akan melaksanakan pemilihan umum secara serentak mulai dari legislatif sampai pemilihan presiden, mungkin ada hal yang belum diketahui oleh mahasiswa khususnya kader IMM supaya nanti jangan salah dalam melakukan pencoblosan" ujar Kasrul

Ia melanjutkan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan kader IMM sudah paham terkait tata cara pencoblosan sehingga ketika kembali kedaerah tempat domisilinya bisa ikut ambil peran dalam menyampaikan kepada masyarakat.

"Menjaga dari isu isu dan realita pada politik kini dan agar tidak terprovokasi dengan berita berita hoax" tutupnya.

Reporter : Ansaril Azwar
Editor : Freddy Watania