Interaktif News – Tokoh Al Jam’iyatul Washliyah Provinsi Bengkulu, KH Sasriponi Bahrin Ranggolawe, merekomendasikan agar Al Jam’iyatul Washliyah ikut memperoleh alokasi pengelolaan tambang melalui kepemilikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral dan Batubara (Minerba). Menurutnya, rekomendasi tersebut perlu dibahas dan ditetapkan sebagai salah satu keputusan strategis dalam Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah yang berlangsung pada 7–10 Juli 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah dibuka dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri Agama RI Danhil Anzar Simanjuntak, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta tokoh Nahdlatul Ulama, Yenny Wahid. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap peran strategis Al Jam’iyatul Washliyah sebagai organisasi Islam yang memiliki kontribusi besar di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.

KH Sasriponi menilai keterlibatan organisasi keagamaan dalam pengelolaan sumber daya alam merupakan peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat. Apabila Al Jam’iyatul Washliyah memperoleh alokasi IUP Minerba, hasil pengelolaannya diharapkan dapat menjadi sumber pembiayaan berbagai program pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini menjadi fokus perjuangan organisasi.

“Al Jam’iyatul Washliyah memiliki jaringan pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial yang sangat luas. Karena itu, sudah selayaknya organisasi ini ikut memperoleh kesempatan mengelola sumber daya alam secara legal dan profesional agar manfaatnya kembali

kepada umat. Saya berharap rekomendasi ini dapat menjadi salah satu keputusan penting dalam Muktamar XXIII,” ujar KH Sasriponi.

Selain menyampaikan rekomendasi terkait IUP Minerba, KH Sasriponi juga menyatakan dukungannya kepada Dr. H. Masyhuril Khamis, SH., MM untuk kembali memimpin Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah periode lima tahun mendatang. Menurutnya, kepemimpinan Masyhuril Khamis telah membawa organisasi semakin berkembang, baik dalam penguatan kelembagaan maupun perluasan peran Al Washliyah di berbagai bidang.

“Saya mendukung penuh Dr. H. Masyhuril Khamis untuk kembali memimpin Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah. Beliau telah menunjukkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan organisasi sekaligus mendorong kemajuan Al Washliyah di tingkat nasional. Kepemimpinan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai program strategis organisasi,” tegasnya.

Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah menjadi forum tertinggi organisasi untuk menetapkan arah kebijakan, menyusun program kerja, serta memilih Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah periode 2026–2031. Melalui forum ini, KH Sasriponi berharap lahir keputusan-keputusan strategis yang semakin memperkuat peran Al Jam’iyatul Washliyah dalam membangun umat, termasuk mendorong kemandirian ekonomi melalui pengelolaan sumber daya alam yang profesional, transparan, dan berpihak pada kemaslahatan masyarakat.

Reporter: Benny Hersunu