Interaktif News – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma mengimbau para tenaga pendidik yang mengikuti seleksi calon kepala sekolah (cakepsek) agar tidak percaya pada oknum yang mengatasnamakan dinas dan menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Seluma, Munarwan Syafui, menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan mengacu pada aturan yang berlaku.

“Saya imbau kepada calon kepala sekolah yang sedang mengikuti seleksi agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menawarkan bisa meloloskan atau memindahkan tugas. Tidak ada itu. Seluruh seleksi dipastikan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” ujar Munarwan saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, pelaksanaan seleksi calon kepala sekolah untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan kepala sekolah.

Proses pendaftaran dan seleksi, lanjut dia, dilakukan secara terintegrasi melalui sistem aplikasi untuk Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) di Kementerian Pendidikan, serta didukung aplikasi Integrated Mutasi, sistem digital (IMUT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Meski demikian, Munarwan tidak menampik adanya potensi oknum yang mencoba memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi dengan menjanjikan kelulusan.

“Namanya oknum tidak bisa kita hindari. Tapi kami minta para guru tidak terpengaruh isu, termasuk soal mutasi. Fokus saja

bekerja,” katanya.

Sementara itu, hingga seleksi tahap kedua tahun 2026, tercatat sebanyak 33 aparatur sipil negara (ASN) telah mendaftar sebagai calon kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 peserta dinyatakan lolos tahap verifikasi berkas, sementara tiga lainnya gugur karena tidak melengkapi persyaratan administrasi sejak awal pendaftaran.

Rinciannya, peserta terdiri dari 21 calon kepala sekolah jenjang SD, satu dari PAUD, dan 11 dari SMP.

Munarwan menambahkan, seleksi tahap kedua ini dibuka karena kebutuhan kepala sekolah di Kabupaten Seluma masih belum terpenuhi setelah pelaksanaan seleksi tahap pertama.

Saat ini, proses seleksi telah memasuki tahapan rapat internal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta verifikasi lanjutan terhadap berkas peserta yang masih berlangsung.

Reporter: Irfan Arief