Interaktif News – Suasana Tahun Baru 2026 yang seharusnya dipenuhi sukacita berubah mencekam di Kelurahan Pasar Tais, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Pasalnya tiga unit rumah toko (ruko) milik warga hangus dilalap api pada Kamis (1/1/2026) sore.

Peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 16.23 WIB di Gang Pekan, kawasan Pasar Tais yang dikenal padat aktivitas. Api pertama kali muncul dari salah satu ruko, lalu dengan cepat membesar dan merembet ke dua bangunan lain yang saling berdempetan.

Warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam langsung berteriak meminta pertolongan. “Api sudah besar dan cepat merambat ke ruko sebelah,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.

Diketahui, tiga ruko yang terbakar masing-masing milik Nurul, Talip, dan Puput. Saat kejadian, sebagian ruko dalam kondisi tertutup karena masih suasana libur Tahun Baru. Hal tersebut diduga membuat api cepat membesar tanpa sempat diketahui lebih awal.

Upaya pemadaman sempat mengalami kendala. Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Seluma hanya mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi, sehingga petugas cukup kewalahan menjinakkan kobaran api.

Sambil menunggu api berhasil dikendalikan, warga sekitar turut membantu proses pemadaman dengan peralatan seadanya. Bahkan, sejumlah warga terlihat melempar botol air mineral ke arah api sebagai upaya darurat agar kobaran tidak meluas ke bangunan lain di sekitar pasar.

Setelah berjibaku kurang lebih dari

satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, ketiga ruko mengalami kerusakan parah dan sebagian besar isi bangunan tidak dapat diselamatkan.

“Akibat kebakaran ini, tiga ruko mengalami kerusakan berat dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” ujar warga setempat.

Diketahui, ruko-ruko tersebut digunakan sebagai tempat usaha warung manisan milik Nopri serta usaha penjahit milik Ipul dan Talip. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.

Reporter: Deni Aliansyah Putra