Interaktif News – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC-IMM) Kota Bengkulu menyoroti dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan oknum pimpinan kampus di Universitas Dehasen Bengkulu yang terjadi di tengah momentum demokrasi mahasiswa.

Kabid Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik PC IMM Kota Bengkulu, Rhizky Pratama Hardiansyah, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai konflik biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut integritas dunia pendidikan.

“Momentum demokrasi mahasiswa seharusnya menjadi ruang belajar tentang kebebasan berpendapat dan etika kekuasaan. Jika justru di ruang itu muncul dugaan kekerasan oleh pejabat kampus, maka yang tercoreng bukan hanya individu, tetapi wibawa pendidikan itu sendiri,” jelasnya.

Sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, ia menilai kejadian tersebut berpotensi menunjukkan adanya penyalahgunaan otoritas struktural serta lemahnya komitmen terhadap nilai akademik yang menjunjung kebebasan sipil mahasiswa.

Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk membuka proses pemeriksaan secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan publik maupun ketidakpercayaan mahasiswa terhadap institusi.

“Jika benar terjadi, maka pelaku harus diproses secara tegas melalui sanksi hukum maupun sanksi akademik. Tidak boleh ada kompromi jabatan. Pendidikan harus menunjukkan bahwa keadilan berlaku bagi siapa pun,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendesak pihak kampus untuk memberikan jaminan perlindungan bagi mahasiswa yang terlibat maupun menjadi saksi, serta menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada publik.

“Kampus tidak boleh berubah menjadi

ruang yang menakutkan bagi mahasiswa. Justru di situlah nilai keadilan dan keberanian moral harus ditegakkan,” tandasnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswa bernama Aldian Firzon melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dialaminya ke Polresta Bengkulu pada Rabu, 25 Februari 2026.

Peristiwa itu terjadi saat Aldian sedang memberikan dukungan solidaritas kepada rekannya yang sedang mencalonkan diri sebagai Presiden Mahasiswa Dehasen Bengkulu.

Aldian yang merupakan Wakil Presiden Mahasiswa Unihaz Bengkulu tiba-tiba diintimadasi oleh oknum pimpinan Unversitas Dehasen. Aldian dipukul dengan tongkat berbentuk T hingga mengalami memar.

Reporter: Irfan Arief