Interaktif News – Siswi MTsN 2 Seluma yang sebelumnya ramai diberitakan diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah pulih dan diperbolehkan pulang dari RSUD Tais.

Orang tua siswi, Linarti, mengakui pernyataan yang sempat disampaikannya mengenai dugaan keracunan muncul karena kepanikan saat melihat kondisi anaknya tak kunjung membaik. Saat itu, ia mengaku belum mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium maupun USG yang dilakukan tim medis RSUD Tais.

“Pada waktu itu saya panik. Saya belum menunggu hasil laboratorium dan pemeriksaan dokter, sehingga menyampaikan dugaan anak saya keracunan,” ujar Linarti, Jumat (7/8/2026).

Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan bahwa siswi MTsN 2 Seluma mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari Program MBG.

Namun, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Tais, kondisi siswi tersebut berangsur membaik dan pada Jumat diperbolehkan pulang ke rumah.

Linarti mengatakan, keluhan sakit perut yang sebelumnya dialami putrinya sudah tidak dirasakan lagi. Saat ini, kondisi anaknya terus membaik meski masih mengalami keluhan pusing ringan.

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan dokter spesialis anak menunjukkan putrinya mengalami gangguan lambung akut disertai gejala tifus yang dipicu kelelahan, bukan keracunan makanan seperti yang sempat diduganya.

“Setelah saya melihat hasil pemeriksaan dokter spesialis anak, ternyata anak saya mengalami gangguan lambung dan gejala tifus akibat kelelahan,

bukan keracunan makanan,” kata Linarti.

Atas kejadian tersebut, Linarti juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, penyedia dapur MBG, maupun pihak-pihak terkait karena telah menyampaikan dugaan keracunan sebelum hasil diagnosis medis keluar secara resmi.

“Saya minta maaf kepada semua pihak karena saat itu kondisi medis anak saya memang belum diketahui secara pasti,” ucapnya.

Menurut dia, pernyataan mengenai dugaan keracunan bukan dimaksudkan untuk menyalahkan ataupun menuduh pihak penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia kembali menegaskan, pernyataan tersebut terlontar semata-mata karena dirinya panik dan belum memperoleh kepastian hasil diagnosis dari dokter.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Talang Saling, Kevin Lamarsyah mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan setiap kejadian yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis tanpa melakukan konfirmasi kepada pihak yang berwenang.

Menurut dia, apabila ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti program MBG, sebaiknya terlebih dahulu mengonfirmasi kepada pihak terkait.

“Kami minta masyarakat silahkan konfirmasi dulu kesekolah, guru yang bertugas, maupun instansi kesehatan yang terkait agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman, ” jelas Kevin.

Kevin mengatakan dirinya juga telah berkoordinasi langsung dengan dokter, manajemen RSUD Tais, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, siswi itu dipastikan mengalami gangguan lambung akut dan bukan keracunan makanan.

Direktur RSUD Tais, Nuralaili Wenis, turut memastikan

bahwa siswi MTsN 2 Seluma tersebut telah mendapatkan penanganan sesuai standar pelayanan medis yang berlaku.

Menurut Nuralaili, pasien sempat menjalani perawatan di ruang anak sebelum akhirnya diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya telah membaik.

“Pasien telah mendapatkan penanganan secara maksimal sesuai standar pelayanan. Saat ini kondisinya sudah sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah,” kata Nuralaili.

Sebelumnya, dugaan keracunan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis sempat menjadi perhatian masyarakat setelah orang tua pasien menduga penyakit yang dialami anaknya dipicu makanan yang dikonsumsi di sekolah. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium, USG, serta diagnosis dokter spesialis anak di RSUD Tais menyatakan siswi tersebut mengalami gangguan lambung akut disertai gejala tifus akibat kelelahan.

Reporter: Deni Aliansyah Putra