Interaktif News – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu serta 17 Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor) menyepakati pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Bengkulu pada awal Desember 2026.

Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat teknis yang digelar di Aula Kantor Dispora Provinsi Bengkulu, Kamis (2/7), setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis penyelenggaraan. Sebelumnya, Porprov X sempat direncanakan berlangsung pada September 2026.

Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), Aswandi, S.Pd., M.Pd., mengatakan perubahan jadwal dilakukan karena masih terdapat sejumlah kendala yang harus diselesaikan, terutama terkait kesiapan venue pertandingan dan kepastian anggaran.

“Awalnya memang Porprov direncanakan berlangsung pada September. Namun setelah dilakukan pembahasan bersama, pelaksanaannya disepakati bergeser ke awal Desember karena masih ada kendala venue dan anggaran,” ujar Aswandi.

Ia menjelaskan, Stadion Sawah Lebar yang menjadi lokasi utama pertandingan atletik dan sepak bola akan menjalani rehabilitasi sehingga belum dapat digunakan sesuai jadwal semula. Selain itu, pembiayaan pelaksanaan Porprov masih menunggu kepastian alokasi melalui APBD Perubahan (APBD-P) Provinsi Bengkulu.

Menurut Aswandi, penyesuaian jadwal juga mempertimbangkan kesiapan KONI kabupaten dan kota (KONIDA) dalam mempersiapkan atlet maupun kontingen masing-masing.

“Kami berharap seluruh Pengprov cabor segera menyampaikan Technical Hand Book (THB) atau buku panduan teknis pertandingan. Dokumen tersebut paling

lambat diserahkan satu minggu setelah rapat teknis ini sebagai dasar persiapan pelaksanaan Porprov,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Binpres KONI Provinsi Bengkulu, Hopalara, M.Pd., menyampaikan bahwa Porprov X Bengkulu 2026 akan mempertandingkan 18 cabang olahraga yang telah lolos proses verifikasi.

Menurutnya, penetapan jumlah cabang olahraga mengacu pada ketentuan organisasi, yakni setiap cabang harus memiliki sedikitnya lima kepengurusan kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot) yang aktif agar dapat dipertandingkan dalam Porprov.

“Setelah dilakukan verifikasi, terdapat 18 cabang olahraga yang memenuhi syarat untuk dipertandingkan. Cabang olahraga yang belum memiliki minimal lima Pengkab aktif belum dapat diikutsertakan pada Porprov kali ini,” jelas Hopalara.

Ia juga meminta masing-masing Pengprov segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) pelaksanaan pertandingan sebagai dasar penyusunan kebutuhan anggaran Porprov.

“RAB dari masing-masing cabang olahraga akan menjadi acuan dalam penyusunan dan pengajuan anggaran pelaksanaan Porprov,” tambahnya.

Rapat teknis tersebut dihadiri Sekretaris Dispora Provinsi Bengkulu Mix Van Hove, Wakil Ketua Umum KONI Bidang Organisasi M. Affan Setiawan, jajaran pengurus KONI Provinsi Bengkulu, serta perwakilan seluruh Pengprov cabang olahraga.

Adapun 18 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov X Bengkulu 2026 meliputi basket, taekwondo, catur, bola voli, pencak silat, bulu tangkis, sepak bola, renang, tinju amatir, menembak, karate, futsal, sepak takraw, tenis meja, atletik, bola tangan, panjat tebing, dan muaythai.

Reporter: Irfan Arief