Immawati IMM Bengkulu Kecam Aksi Pembunuhan Mahasiswi Unib

1

Foto/Dok: Immawati IMM Bengkulu

Interaktif News - Ditemukannya jenazah Wina Mardiani (20) Mahasiswi semester 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (Unib) dalam keadaan terkubur di jalan WR Supratman Kelurahan Kandang Limun Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu, Minggu (8/12/2019) sore mendapat respon dari berbagai pihak.

Salah satunya IMMawati (Kader perempuan) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu. Sebagai kaum perempuan tentunya isu ini menjadi topik yang sangat penting untuk dikaji dan menjadi pembelajaran mengingat maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Oleh karena itu diperlukan peran seluruh pihak agar kasus serupa tidak terulang kembali.

"Kasus kekerasan hingga mengakibatkan kematian terhadap seorang perempuan sebenarnya bukan kali pertama terjadi di Bengkulu, maka dari itu kami sangat mengecam keras atas kejadian tersebut,"ujar Septika Zuliana

Apalagi kali ini yang menjadi korban adalah seorang mahasiswi yang masa depannya masih panjang dan orang tua menaruh harapan besar kepadanya. Apapun itu semua bentuk kekerasan terhadap perempuan tidak boleh kita pandang sebelah mata, karena wanita memiliki hak untuk menjalani kehidupannya dengan rasa aman dan tenteram.

Kekerasan terhadap perempuan baik secara psikis maupun psikologis akan sangat mempengaruhi kehidupannya dan tidak sedikit berakhir pada kematian. Anggapan perempuan sebagai sosok yang lemah secara fisik telah menjadi stigma di masyarakat, sehingga mereka perlu diberi edukasi untuk mampu menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan seperti kekerasan dalam rumah tangga , pelecehan seksual, pemerkosaan, pencabulan dan human traficking.

Dalam hal ini perempuan diharapkan mampu menyuarakan kekerasan yang dialaminya dan narasi penghapusan kekerasan terhadap perempuan dapat terealisasikan sebagaimana mestinya.
Melihat maraknya kasus tersebut, ada bebarapa poin penting yang dapat menjadi catatan bagi kaum perempuan agar terhindar menjadi korban.

Pertama, membangun komunikasi yang baik dengan keluarga terutama orang tua. Kedua, pilihlah pergaulan yang baik dengan mengutamakan sikap saling menghargai sesama perempuan maupun antara laki-laki dan perempuan.
Selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap siapapun, kapanpun dan dimanapun kita berada.

Ketiga, kejahatan tidak hanya terjadi karena niat, namun karena ada kesempatan. Menurut kriminologi, semua manusia terdapat sisi baik dan jahat tergantung bagaimana mengolahnya dan pengaruh lingkungan kita. Maka, pandai-pandailah dalam memilih lingkungan, teman pergaulan dan juga perkataan.

Penulis :
IMMawati Septika Zuliana, Frezi Lestari, Dewi Kurnia dan Depi Liska.