Interaktif News – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu berkomitmen memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kualitas produk, perluasan jaringan pemasaran, hingga percepatan digitalisasi transaksi.

Salah satunya kegiatan Bencoolen Fest 2026 yang digelar di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produk sekaligus membuka peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, mengatakan Bencoolen Fest tak hanya sekadar agenda Bank Indonesia, melainkan bentuk kolaborasi untuk mendorong UMKM lokal semakin berkembang ditengah dinamika pasar.

“Bencoolen Fest bukan sekadar agenda Bank Indonesia, melainkan kegiatan bersama untuk mendorong UMKM agar lebih produktif, berdaya saing, mampu memanfaatkan teknologi digital, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Irfan.

Menurutnya, penguatan UMKM memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Selain hasil produk, peningkatan kualitas, membangun identitas produk, memperluas pemasaran, serta mengikuti perkembangan teknologi dalam menjalankan bisnis juga harus dikembangkan.

“Perluasan akses pasar ini sangat penting untuk memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas. Untuk itu, kualitas produk dan kemampuan dalam memanfaatkan digitalisasi harus diperkuat,” kata Irfan.

Irfan menjelaskan, peran Bank

Indonesia tidak berhenti pada kestabilan rupiah dan sistem pembayaran saja, tetapi juga mendukung pengembangan UMKM melalui program yang mendorong digitalisasi, perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas usaha, serta penguatan ekosistem ekonomi daerah.

Salah satu aspek yang terus didorong adalah pemanfaatan sistem pembayaran digital. Sistem ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada konsumen dalam bertransaksi sekaligus mengikuti perubahan perilaku masyarakat yang semakin akrab dengan layanan digital.

“Digitalisasi menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan efisiensi usaha dan kemudahan bagi konsumen. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas produk dan pelayanan,” ujarnya.

Bencoolen Fest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya perlombaan barista dan bazar produk UMKM. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, berinteraksi langsung dengan konsumen, serta memperluas peluang pemasaran.

“Kami mengajak masyarakat Bengkulu untuk datang dan meramaikan Bencoolen Fest 2026. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat langsung beragam produk UMKM lokal sekaligus mengenal peluang pengembangan usaha melalui pemanfaatan digitalisasi,” demikian Irfan.

Reporter: Irfan Arief