Interaktif News — Satu tahun kepemimpinan Rachmat Riyanto sebagai Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi momentum evaluasi atas sejumlah program prioritas yang digulirkan sejak awal masa jabatan. Fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan, pertanian hingga pembenahan pelayanan publik menjadi garis besar arah kebijakan pemerintah daerah sepanjang tahun pertama.

Infrastruktur: 72,6 Kilometer Jalan Mulus

Program unggulan “Jalan Mulus” menjadi tulang punggung pembangunan tahun pertama. Sebanyak 72,6 kilometer ruas jalan kabupaten berhasil dibangun dan direhabilitasi.

Ruas strategis seperti Jalan Taba Teret–Rindu Hati, Jalan Komering–Susup, hingga Kroya–Susup yang sebelumnya rusak parah, kini telah dalam kondisi baik dan dapat dilalui dengan lancar.

“Jalan adalah urat nadi ekonomi. Kalau akses lancar, aktivitas masyarakat juga bergerak cepat,” ujar Rachmat saat menggelar konfrensi pers, 1 tahun kepemimpinnya, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada simbol, tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan. “Biaya transportasi turun, distribusi hasil bumi lancar, itu yang kita kejar,” tambahnya.

Selain jalan, pembangunan drainase dan jembatan kecil di wilayah rawan banjir juga menjadi perhatian guna menunjang mobilitas serta mengurangi risiko bencana saat musim hujan. “Pembangunan bukan hanya soal membangun baru, tetapi memastikan yang sudah ada berfungsi maksimal,” tambahnya.

Ibu Kota Modern dan Masjid Agung Multifungsi

Konsep ibu kota modern mulai diwujudkan melalui pembangunan Masjid

Agung Bengkulu Tengah yang telah menyelesaikan tahap pertama.

Masjid ini dirancang multifungsi, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, edukasi, hingga ruang interaksi masyarakat. Nantinya dilengkapi fasilitas edukasi, sarana bermain anak, serta kafe kopi sebagai ruang publik.

“Masjid ini bukan hanya tempat salat, tetapi pusat peradaban dan aktivitas sosial masyarakat,” jelasnya.

Pembangunan ini mendapat dukungan dari tokoh Bengkulu Mohammad Soleh, PT Bio Nusantara, dan PT Agri Andalas.

Desa Bebas Blank Spot

Program desa bebas blank spot menjadi langkah strategis dalam membuka akses komunikasi dan internet hingga ke pelosok. Hingga tahun pertama, delapan desa telah terbebas dari keterbatasan jaringan, yakni Talang Panjang, Talang Donok, Lubuk Langkap, Talang Panggung, Kota Titik, Tanjung Kepahiang, Susup, dan Paku Haji.

“Internet hari ini adalah kebutuhan dasar. Anak sekolah belajar, UMKM promosi, pelayanan publik juga berbasis digital,” kata Rachmat.

Program ini akan terus dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga seluruh desa memiliki akses jaringan yang memadai.

Kesehatan: 125 Ribu Warga Gratis Berobat dan RS Modern

Di sektor kesehatan, lebih dari 125 ribu warga telah menikmati layanan berobat gratis melalui program jaminan kesehatan daerah. Atas capaian tersebut, Pemkab Bengkulu Tengah meraih penghargaan UHC Award atas peningkatan cakupan layanan kesehatan.

“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat terlindungi. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga membangun Rumah

Sakit Daerah Sungai Lemau Bengkulu Tengah sebagai fasilitas modern, serta meningkatkan infrastruktur Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya.

Pendidikan: Ribuan Perlengkapan Sekolah Gratis

Pada sektor pendidikan, pemerintah membagikan 1.555 paket perlengkapan sekolah gratis untuk siswa SD dan 850 paket untuk siswa SMP.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Pemerintah wajib memastikan anak-anak bisa belajar dengan layak,” ujar Rachmat.

Ia juga rutin mengunjungi sekolah-sekolah untuk memastikan kualitas layanan pendidikan berjalan optimal. “Kebijakan harus berbasis kebutuhan nyata di lapangan,” tambahnya.

Pertanian: Pupuk Gratis untuk Petani

Di bidang pertanian, Pemkab menggulirkan program pembagian pupuk gratis bagi petani guna menjaga produktivitas dan meringankan biaya produksi.

“Petani adalah tulang punggung daerah. Kita hadir membantu agar hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani terjaga,” kata Rachmat.

Dukungan Program Nasional: SPPG dan Koperasi Merah Putih

Pemerintah daerah juga mendukung program nasional, di antaranya pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) serta penguatan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.

“Kita harus bersinergi dengan pemerintah pusat. Program nasional yang pro-rakyat harus kita integrasikan dengan kebijakan daerah,” ujarnya.

Penguatan Layanan Publik: Cepat, Transparan, dan Responsif

Selain pembangunan fisik, penguatan layanan publik menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah melakukan penyederhanaan prosedur administrasi, percepatan layanan kependudukan, serta peningkatan disiplin aparatur sipil negara.

Digitalisasi pelayanan mulai diperluas untuk memangkas waktu dan biaya pengurusan dokumen masyarakat, termasuk layanan administrasi

kependudukan dan perizinan.

“ASN harus menjadi pelayan masyarakat. Pelayanan tidak boleh lambat dan berbelit-belit,” tegas Rachmat.

Pemerintah juga membuka ruang pengaduan masyarakat secara lebih terbuka sebagai bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas.

Kebudayaan: ASN Wajib Gunakan Batik Sungai Lemau

Di bidang kebudayaan, Wakil Bupati Bengkulu Tengah menegaskan komitmen pelestarian identitas lokal melalui kebijakan mewajibkan seluruh ASN mengenakan Batik Sungai Lemau pada hari tertentu.

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar aturan berpakaian, tetapi upaya konkret mengangkat produk lokal sekaligus memperkuat kebanggaan daerah.

“Batik Sungai Lemau adalah identitas kita. Dengan ASN mengenakannya, kita mendorong kebanggaan sekaligus mendukung perajin lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan budaya daerah harus berjalan seiring pembangunan fisik. Pemerintah daerah juga mendorong promosi seni dan tradisi lokal dalam berbagai agenda resmi serta kegiatan kemasyarakatan.

“Pembangunan bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi juga membangun jati diri dan karakter masyarakat,” tegasnya.

Fondasi Tahun Pertama

Satu tahun kepemimpinan Rachmat Riyanto ditandai dengan pembangunan infrastruktur jalan, penguatan layanan kesehatan, dukungan pendidikan, perhatian pada sektor pertanian, perluasan konektivitas digital, serta reformasi layanan publik.

“Ini baru fondasi. Tahun berikutnya kita percepat agar seluruh program benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Seperti diketahui Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto bersama Wakil Bupati Tarmizi dilantik pada 20 Februari 2025. Keduanya mengusung visi “Mewujudkan Kabupaten Bengkulu Tengah yang Maju, Sejahterah, Bahagia dan Berkeadilan”.

Reporter: Irfan

Arief