Penanganan Stunting, Pemerintah Tetapkan 30 Lokus di Bengkulu Tahun Ini

Koordinator Bidang Advokasi dan Penggerakan Informasi (ADPIN) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Zainin

Koordinator Bidang Advokasi dan Penggerakan Informasi, Zainin. Foto/Dok: BKKBN Bengkulu 

Interaktif News - Sebanyak 30 desa yang tersebar di empat kabupaten Provinsi Bengkulu ditetapkan pemerintah sebagai Lokasi Fokus (Lokus) percepatan penurunan stunting pada tahun ini.

Dikatakan Koordinator Bidang Advokasi dan Penggerakan Informasi (ADPIN) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Zainin bahwa program tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Nomor Keputusan 42/M.PPN/HK/04/2020.

"Percepatan penurunan stunting diperlukan intervensi spesifik dan sensitif antar lembaga pemerintah. Untuk di Provinsi Bengkulu ada 30 desa yang ditetapkan sebagai fokus mengurangi angka stunting tahun ini," kata Zainin, Rabu (3/2).

Ia menyebutkan empat daerah tersebut yakni Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma dan Bengkulu Utara.

30 desa tersebut dibagi melalui dua kabupaten yakni di Kabupaten Seluma terdapat sebanyak 30 desa yang tersebar di 14 kecamatan, terdapat Kecamatan Seluma Utara, Seluma Selatan, Kecamatan Seluma, Kecamatan Talo, Talo Kecil, Semidang Alas, Semidang Alas Maras, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Air Periukan, Seluma Barat, Lubuk Sandi, Ilir Talo, Ulu Talo dan Kecamatan Seluma Timur.

Kemudian di Kabupaten Bengkulu Utara terdapat sebanyak 35 desa yang tersebar di 11 kecamatan, terdapat Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kecamatan Ketahun, Kecamatan Ulok Kupai, Batik Enau, Air Padang, KEcamatan Padang Jaya, Arga Makmur, Kecamatan Arma Jaya, Hulu Palik, Kecamatan Tanjung Agung Palik dan Kecamatan Air Napal.

"Sementara di Bengkulu Selatan dan Kaur masih tetap sama dengan tahun lalu,"ujar Zaini.

Lebih lanjut dikatakannya, penanganan stunting di masa pandemi COVID-19, perlu dilakukan upaya inovatif untuk memastikan layanan yang diperlukan masyarakat tetap tersedia. Pasalnya, target penurunan angka stunting hingga di angka 14 persen pada tahun 2024 dikhawatirkan tidak tercapai maksimal.

Berdasarkan data Kemenkes, pada masa pandemi COVID-19 ini, jumlah kunjungan ke Posyandu mengalami penurunan yang tajam. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama karena jangan sampai, masa pandemi COVID-19 ini kemudian menambah jumlah anak stunting dalam beberapa tahun ke depan.

Selain stunting, pihaknya juga berfokus pada pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) 2021, dan kegiatan pendataan keluarga 2021 yang dilakukan secara nasional hingga daerah kabupaten/kota.

Reporter: Bisri Mustopa
Editor: Alfridho AP