Muscab HIPMI Bengkulu Selatan Sukses, Yogi Permadani Terpilih Ketua Umum

Hipmi Bengkulu

Poto bersama usai Muscab BCPC HIPMI Bengkulu Selatan, Jumat, 16 Oktober 2020, Poto:Dok

Interaktif News - Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC-HIPMI) Bengkulu Selatan resmi menggelar Musyawarah Cabang  bertempat di Gedung Pemuda Kota Manna, Jum'at  (16/10/2020). 

Muscab ini sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan memilih pengurus BPC HIPMI yang baru. Dalam muscab yang berlangsung khidmat itu, pengusaha muda asal Seginim Bengkulu Selatan Yogi Permadani terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum. Yogi akan memimpin BPC HIPMI Bengkulu Selatan untuk periode 2020-2023.

Musda dihadiri langsung Ketua OKK BPD HIPMI Provinsi Bengkulu Undang Sumbaga, perwakilan pengusahan muda asal Bengkulu Selatan, dan tamu undangan. 

"Selamat kepada Yogi Pramadani yang terpilih sebagai ketua umum BPC HPMI Bengkulu Selatan, semoga HIPMI Bengkulu Selatan dapat berkontribusi dalam mencetak pengusaha-pengusaha muda yang sukses" kata Undang  usai Muscab.

Undang juga mengatakan, HIPMI sebagai wadah berhimpun bagi pengusaha muda akan terus mendorong pembangunan perekonomian bangsa melalui peran strategis pengusaha yang tergabung dan pembinaan calon-calon enterperneur baru. 

“HIPMI hadir untuk ikut berperan dalam pembangunan, untuk itu konsolidasi organisasi menjadi penting agar HIPMI dapat terus dirasakan di tengah masyarakat terutama dalam pembinaan UKM-UKM” ujar Undang. 

Sementara itu, ketua BPC HIPMI bengkulu Selatan terpilih Yogi Permadani memastikan akan segera menyusun struktur kepengurusan untuk kemudian dikukuhkan secara resmi oleh ketua BPD HIPMI Provinsi Bengkulu Yuan Degama. 

"Terimkasih kepada teman-teman yang telah memberi amanah kepada saya, secara umum kami siap melakukan sinergi dengan pemerintah daerah Bengkulu selatan untuk melakukan pembinaan kepada UMKM dan calon pengusaha pemula" demikian kata Yogi 

Tentang HIPMI 
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) didirikan pada 10 Juni 1972. Pendirian organisasi ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita-cita menjadi pengusaha.

Pada saat itu, anggapan yang berkembang di masyarakat menempatkan kelompok pengusaha pada strata yang sangat rendah sehingga sebagian besar anak muda terutama kalangan intelektual lebih memilih profesi lain seperti birokrat, TNI/POLRI dan sebagainya.

Dalam perjalanannya sampai terjadinya krisis ekonomi pada 1998, HIPMI telah sukses mencetak kaderisasi wirausaha, dengan tampilnya tokoh-tokoh muda dalam percaturan dunia usaha nasional maupun internasional. Keadaan itu kemudian dapat merubah pandangan masyarakat terhadap profesi pengusaha pada posisi terhormat.

Pada Era Reformasi, terutama pasca krisis ekonomi, dituntut adanya perubahan visi dan misi organisasi. HIPMI senantiasa adaptif dengan paradigma baru, yakni menjadikan Usaha Kecil Menengah sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional. 

Reporter: Anasril Azwar
Editor: Riki Susanto