Mahasiswa Bengkulu Kembali Beraksi

Aksi Mahasiswa Bengkulu

Interaktif News – Kelompok mahasiswa yang terdiri dari kampus UNIB,Unihaz,Unived,UMB,dan Iain yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bengkulu Bersatu (AMBB) menggelar aksi damai di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu. Sehari sebelumnya mahasiswa yang tergabung di IMM Bengkulu juga menggelar aksi serupa, Sabtu (24/05/2019)

Aksi AMBB dimulai sekira pukul 16.00 WIB itu diawali dengan berbagai orasi dari orator dari masing-masing kampus. Pantauan media ini, aksi tersebut tidak berkaitan dengan paslon presiden baik 01 maupun 02, mereka ingin agar situasi bangsa kondusif dan pelaksanaan pemilu berjalan damai serta konstitusional. 

Salah seorang orator mengatakan, aksi gabungan mahasiswa Bengkulu bersatu Ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa bengkulu yang selama ini dianggap apatis terhadap problematika bangsa saat ini

"Selaku mahasiswa bengkulu kami prihatin dengan kondisi bangsa saat ini dan kami meminta pihak pemerintah untuk menuntaskan sesuai tuntutan kami karena jika dibiarkan berlarut-larut akan merusak dan meresahkan bangsa ini" tegasnya

Koordinator lapangan, Sandes mewakili rekan -rekan membacakan tuntutan Aliansi Mahasiswa Bengkulu Bersatu, berikut pernyataanya: 

  1. Usut tuntas kematian Kpps
  2. Memintah tokoh-tokoh publik untuk menarasikan pesan pesan kedamaian dan menghentikan argumentasi yang bersifat deskriminatif yang berunjuk pada konflik sosial
  3. Mengecam tindakan refrensif aparat kepolisian terhadap masa Demokrasi di seluruh Indonesia
  4. Meminta pemerintah bertindak tegas dan tidak memihak dalam menegakkan hukum

Sementara itu, Diman salah seorang masyarakat yang berada di lokasi turut menyampaikan dukunganya kepada aksi mahasiswa. Diman mengatakan, masyarakat pada prinsipnya tidak terlalu peduli siapapun pemimpin negara ini, baginya yang terpenting kebutuhan hidup tercukupi. 

"Asalkan kami bisa mencukupi kebutuhan anak-anak bisa sekolah dan negara ini berlaku adil terhadap kami rakyat kecil" ungkapnya.

Reporter: Anasril Azwar
Editor: Riki Susanto