Seluruh Indonesia Hanya Dua Pilgub Diisi Eks Napi Korupsi, Bengkulu dan Sulut

Korupsi di Pilkada

Kolase foto Vonnie Anneke Panambunan (kiriI) dan Agusrin M Najamuddin (kanan), Poto:Dok/Antara Poto & Tempo.co

Interaktif News - Menurut data KPU RI, pilkada serentak 2020 akan diikuti 270 pilkada. Rinciannya 224 pilkada merupakan ajang pemilihan bupati dan wakil bupati, 24 pilkada ajang pemilihan wali kota dan wakil wali kota dan 9 pilkada merupakan ajang pemilihan gubernur dan wakil gubernur. 

Pilkada serentak 2020 akan melibatkan 1.482 orang calon yang terdiri dari 50 orang yang akan bertarung di arena pilgub, 1.230 orang akan bertarung di arena pilbup, dan 202 orang akan bertarung di arena pilwakot. Komposisi kandidat laki-laki dan perempuan masih jauh tertaut, kandidat laki-laki  berjumlah 1.323 orang sedangkan kandidat perempuan hanya 159 orang di seluruh arena pilkada. 

Sementara itu terkait dengan data kandidat yang berasal dari eks napi korupsi khusus untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur hanya berasal dari dua daerah pilgub dari 9 arena pilgub yang akan diselenggarkan serentak 2020. Dua daerah itu adalah Pilgub Provinsi Bengkulu dan Pilgub Provinsi Sulawesi Utara. Pilgub Bengkulu adalah Agusrin M Najamudin calon gubernur sedangkan Pilgub Sulawesi Utara atas nama Vonnie Anneke Panambunan sebagai calon gubernur. 

Keduanya telah mengumumkan di media massa terverifikasi dewan pers sebagai mantan terpidana korupsi sesuai yang disyaratkan oleh KPU. Agusrin mengumumkan sebagai mantan terpidana korupsi pada tanggal 5 September 2020 sedangkan Vonnie mengumumkan sebagai mantan terpidana korupsi pada tanggal 15 September 2020. 

Agusrin merupakan mantan teridana korupsi kasus dana bagi hasil PBB/BPHTP pada tahun 2006/2007 dan telah menjalani hukum penjara selama 4 tahun penjara di Lapas Suka Miskin, Bandung Jawa Barat. Agusrin dalam dakwaannya telah merugikan negara Rp 20 milyar. 

“Dengan ini saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat Bengkulu bahwa saya sebagai mantan narapidana pada kasus tindak pidana korupsi dana bagi hasil PBB/BPHTP di Provinsi Bengkulu sesuai dengan putusan Mahkamah Agung Nomor 1891K/PID-SUS/2011” bunyi poin 1 pengumuman Agusrin

Sebelum dinyatakan lolos sebagai calon gubernur Bengkulu, Agusrin sempat dinyatakan TMS oleh KPU Provinsi Bengkulu hingga berakhir gugatan di Bawaslu Provinsi Bengkulu. Agusrin kemudian memenangkan gugatan dan berhak menjadi calon berpasangan dengan Imron Rosyadi. Paslon ini diusung Gerindra, PKB, Perindo dan didukung PBB dan Partai Gelora. 

Sedangkan Vonnie merupakan mantan terpidana korupsi kasus Feasibility Studies pembangunan Bandar Udara Loa Kulu Kutai Kartanegara pada tahun 2008. Bupati  Minahasa Utara periode 2016-2021 ini dihukum 1,5 tahun penjara denda Rp 100 juta oleh PN Tipikor Jakarta Selatan. Vonnie didakwah dengan kerugian negara mencapai  4,047 milyar. Di arena pilgub Sulawesi Utara Vonnie akan berpasangan dengan Hendry Corneles Mamengko Runtuwene dan diusung partai tunggal Nasdem. 

Berikut nama paslon yang akan bertarung di 9 arena pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pilkada serentak 2020 seluruh Indonesia:

Pilgub Sumatera Barat: 
Mulyadi- Ali Mukhni 
Nasrul Abit- Indra Catri 
Fakhrizal- Genius Umar 

Pilgub Jambi
Cek Endra-Ratu Munawaroh
Fachrori Umar-Syafril Nursal
Al Haris - Abdullah Sani

Pilgub Bengkulu: 
Helmi Hasan-Muslihan Diding Sutrisno 
Rohidin Mersyah-Rosjonsyah
Agusrin M Najmudin (eks napi korupsi)-Imron Rosyadi

Pilgub Kepulauan Riau: 
Ansar Ahmad-Marlin Agustina, 
Soerya Respationo-Iman Sutiawan,
Isdianto-Suryani

Pilgub Kalimantan Tengah
Ben Brahim S. Bahat-Ujang Iskandar
Sugianto Sabran-Edy Pratowo

Pilgub Kalimantan Selatan: 
Sahbirin Noor-Muhidin
Denny Indrayana-Difriadi Darjat

Pilgub Kalimantan Utara
Udin Hianggio-Undunsyah
Irianto Lambrie-Irwan Sabri
Zainal Arifin Paliwang-Yansen TP

Pilgub Sulawesi Utara
Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar
Vonnie Anneke Panambunan (Eks Terpidana Korupsi)-Hendry Corneles Mamengko Runtuwene
Olly Dondokambey-Steven O. E. Kandouw

Pilgub Sulawesi Tengah
Rusdy Mastura-Ma'mun Amir
Mohamad Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala

Reporter: Riki Susanto